Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HAL yang penting dalam tindak pasien kardiovaskular yang mengidap covid-19 adalah menyembuhkan terlebih dahulu pasien dari covid-19. Ini perlu dilakukan sebagai langkah awal karena virus korona akan memperberat kondisi pasien apabila dipaksakan melakukan operasi.
Jantung merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh dan memiliki pembuluh darah yang sering terjadi penyumbatan sehingga dinamakan penyakit jantung koroner. Operasi yang dilakukan ada 2 macam yakni noninvasif seperti pemasangan ring, selanjutnya yakni operasi bypass.
"Operasi seperti mengangkat sebagian paru yang terinfeksi atau membersihkan. Kaitannya dengan covid-19 memiliki akibat atau komplikasi pada pasien-pasien di mana mengganggu penyerapan oksigen di paru-paru dan mengganggu pembekuan di pembuluh darah," kata Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler dr David Hutagaol, Sp.BTKV(K)-VE dalam dialog Tindakan Operatif Jantung dan Paru pada Pasien Covid-19, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Rektor UIII: Lahirkan Pemikir dari Untidar Magelang
Baca juga: Pembangunan Sekolah Sukma Bangsa Sigi Tahap Kedua Sudah 75%
Oleh karena itu, pasien mengeluhkan sesak napas dan pembekuan pembuluh darah sehingga banyak mendapatkan obat pengencer darah. Ketika melakukan tindakan operasi pada pasien tersebut diperlukan kepastian infeksi di paru-paru dan proses pembekuan darah sudah teratasi karena kalau tidak akan mengganggu operasi. Setidaknya dibutuhkan waktu 2-3 hari agar dinyatakan bebas covid-19, kemudian dilanjutkan penurunan infeksi selama 10-12 pekan karena perbaikan jaringan tubuh bagi pasien covid-19 agak lebih berat.
"Pasien yang mengalami covid-19 bila dipaksakan untuk operasi maka angka kematiannya naik 6 persen. Atau pascaoperasi di ICU akan mengalami waktu yang sangat lama atau bisa terkena infeksi paru-paru, atau pembekuan darah kurang bagus dan berakhir kematian," ujar David.
Jika pasien sudah ada sumbatan koroner, diharapkan sumbatan tersebut tidak menjadi lebih berat. Karena itu, pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang terlalu berat, meminum obat pengencer darah, mengurangi stres, dan kurangi makanan berlemak. (H-3)
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara karies gigi pada anak dengan risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Teknologi AI di 2026 mampu memprediksi risiko serangan jantung bertahun-tahun lebih awal melalui analisis EKG dan CT Scan. Simak ulasan lengkapnya.
Penelitian terbaru mengungkap kehilangan kromosom Y pada pria lanjut usia berkaitan dengan risiko penyakit jantung, kanker, hingga Alzheimer.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved