Rabu 25 Mei 2022, 11:00 WIB

Penanganan Pasien Kardiovaskular dan Paru Terpapar Covid-19

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Penanganan Pasien Kardiovaskular dan Paru Terpapar Covid-19

ANTARA/Fransisco Carolio
Petugas kesehatan mengoperasikan alat medis di ruangan ICU Khusus Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan, Kota Medan, Sumut, Jumat (3/9/2021)

 

HAL yang penting dalam tindak pasien kardiovaskular yang mengidap covid-19 adalah menyembuhkan terlebih dahulu pasien dari covid-19. Ini perlu dilakukan sebagai langkah awal karena virus korona akan memperberat kondisi pasien apabila dipaksakan melakukan operasi.

Jantung merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh dan memiliki pembuluh darah yang sering terjadi penyumbatan sehingga dinamakan penyakit jantung koroner. Operasi yang dilakukan ada 2 macam yakni noninvasif seperti pemasangan ring, selanjutnya yakni operasi bypass.

"Operasi seperti mengangkat sebagian paru yang terinfeksi atau membersihkan. Kaitannya dengan covid-19 memiliki akibat atau komplikasi pada pasien-pasien di mana mengganggu penyerapan oksigen di paru-paru dan mengganggu pembekuan di pembuluh darah," kata Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler dr David Hutagaol, Sp.BTKV(K)-VE dalam dialog Tindakan Operatif Jantung dan Paru pada Pasien Covid-19, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rektor UIII: Lahirkan Pemikir dari Untidar Magelang

Baca juga: Pembangunan Sekolah Sukma Bangsa Sigi Tahap Kedua Sudah 75%

Oleh karena itu, pasien mengeluhkan sesak napas dan pembekuan pembuluh darah sehingga banyak mendapatkan obat pengencer darah. Ketika melakukan tindakan operasi pada pasien tersebut diperlukan kepastian infeksi di paru-paru dan proses pembekuan darah sudah teratasi karena kalau tidak akan mengganggu operasi. Setidaknya dibutuhkan waktu 2-3 hari agar dinyatakan bebas covid-19, kemudian dilanjutkan penurunan infeksi selama 10-12 pekan karena perbaikan jaringan tubuh bagi pasien covid-19 agak lebih berat.

"Pasien yang mengalami covid-19 bila dipaksakan untuk operasi maka angka kematiannya naik 6 persen. Atau pascaoperasi di ICU akan mengalami waktu yang sangat lama atau bisa terkena infeksi paru-paru, atau pembekuan darah kurang bagus dan berakhir kematian," ujar David.

Jika pasien sudah ada sumbatan koroner, diharapkan sumbatan tersebut tidak menjadi lebih berat. Karena itu, pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang terlalu berat, meminum obat pengencer darah, mengurangi stres, dan kurangi makanan berlemak. (H-3)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Pemda Perlu Wujudkan Kebersihan Kota demi Kesejahteraan Umum 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:47 WIB
Diskusi ini sekaligus akan menganalisa persiapan pemerintah daerah dalam penilaian kota bersih yang akan segera...
DOK MI

Harganas 2022 Momentum Tingkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak

👤Widhoroso 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:13 WIB
Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kesehatan semua ibu dan anakdi...
Antara

65,10% Anak Sudah Divaksin Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 28 Juni 2022, 21:58 WIB
Sebanyak 17.186.520 anak usia 6 hingga 11 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap per Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya