Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN ementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Sementara di situasi global sudah ada 11 negara yang melaporkan penularan.
"Di Indonesia belum ada kasusnya tetapi karena ini penyakit menular yang bisa menular ke negara lain yang dibawa oleh manusia atau hewan maka seluruh negara melakukan upaya-upaya kewaspadaan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa (24/5).
Kemenkes menyiapkan surat edaran (SE) untuk meningkatkan kewaspadaan baik di wilayah dan KKP termasuk dinas kesehatan, rumah sakit, kantor kesehatan pelabuhan dan sebagainya. Kemudian akan terus mengupdate situasi dan Frequently Asked Questions (FAQ) terkait monkeypox di infeksiemerging.kemkes.go.id
"Ketiga itu melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian monkeypox menyesuaikan situasi dan update WHO yang berisi mengenai surveillance, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium," ujarnya.
"Dan kemudian menyiapkan kapasitas laboratorium pemeriksaan dan rujukan dengan ditetapkannya Laboratorium Nasional di Baran Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes di situlah untuk memberikan penilaian konfirmasi atas kasus konfirmasi ini," tambahnya.
Baca juga: Kasus Hepatitis Akut Bertambah Menjadi 16 Orang
Sebanyak 11 negara sudah melaporkan terjadi cacar monyet atau monkeypox di negaranya, paling banyak terjadi di Eropa. Negara yang paling banyak terjadi monkeypox yakni Portugal dengan 14 confirmed dan 20 suspect, Inggris Raya 9 confirmed, dan Spanyol 7 kasus confirmed.
Pada pasien mankeypox dari berbagai negara dilaporkan oleh pasien yang tidak menjalani perjalanan luar negeri.
Cacar monyet atau virus Human Monkeypox (MPXV) orthopoxvirus merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari famili poxviridae yang bersifat highly pathogenic. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia dan sekarang sudah ada penularan dari manusia ke manusia. (A-2)
Monkeypox adalah penyakit yang semakin menarik perhatian dunia, terutama setelah beberapa kasus dilaporkan di berbagai negara.
Penyakit mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox virus, telah menjadi perhatian global karena penyebarannya yang cepat melalui kontak fisik.
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak agar mereka tidak terkena penyakit cacar monyet atau MonkeyPox (mpox).
Kasus-kasus tersebut ditemukan di Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang, dan Tanjung Priok.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program vaksinasi cacar yang dilakukan pemerintah dulu bisa memberikan proteksi dari virus mpox. Sehingga memberikan proteksi seumur hidup.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah agar melakukan tindakan maksimal yang tepat untuk mencegah penyakit mpox merebak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025.
Kemenkes menyatakan bahwa nakes Kemenkes menyatakan nakes tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved