Senin 23 Mei 2022, 17:11 WIB

Partai Demokrat: Jangan Biarkan Reog Ponorogo Diklaim Milik Bangsa Lain

Selamat Saragih | Humaniora
Partai Demokrat: Jangan Biarkan Reog Ponorogo Diklaim Milik Bangsa Lain

MI/Selamat Saragih
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Jovan Latuconsina,

 

WAKIL Sekjen DPP Partai Demokrat, Jovan Latuconsina, mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai upaya dalam menjaga Reog Ponorogo agar tidak diklaim bangsa lain. Justru budaya asli bangsa Indonesia ini dilestarikan untuk selamanya.

Pasalnya, lanjut Jovan Latuconsina, negeri jiran Malaysia tengah berupaya mematenkan Reog Ponorogo sebagai budaya miliknya di tengah upaya pemerintah Indonesia mematenkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tidak benda ke UNESCO.

“Reog lahir dari tanah Jawa Timur dan selamanya akan menjadi budaya Indonesia yang akan terus kita lestarikan,” ujar Jovan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (23/5).

Jovan menegaskan, Partai Demokrat akan mendukung upaya pemerintah untuk menjaga warisan budaya tidak benda asal Jawa Timur itu. Partai Demokrat berkomitmen selalu mendukung pelestarian budaya Reog di Jawa Timur dan tidak akan membiarkan budaya ini diklaim bangsa manapun.

Terlebih, tambah Jovan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah memerintahkan para anggota Dewan dari Partai Demokrat untuk memastikan Reog bisa dipatenkan di UNESCO sebagai warisan budaya Bangsa Indonesia.

“Ketum Partai Demokrat AHY menegaskan, budaya Reog milik bangsa Indonesia, khususnya milik masyarakat Jawa Timur yang melahirkan dan merawat Reog selama berabad-abad sampai sekarang,” lanjutnya.

Instruksi AHY ini diungkapkan saat melakukan gerilya Nusantara di Magetan. Saat itu, AHY dan rombongan bertemu ribuan warga Ponorogo dan salat Jumat di masjid bersejarah Tegalsari serta ziarah ke makam Kyai Ageng Muhammad Besari.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, mengungkapkan, upaya mematenkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tidak benda ke UNESCO, ternyata tidak hanya datang dari Indonesia. Namun, Pemerintah Malaysia juga melakukan hal yang sama untuk mematenkan Reog Ponorogo ke UNESCO.(OL-13)

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya