Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KINI para tamu hotel tidak hanya ingin merasakan pengalaman menginap. Tetapi mereka juga ingin memiliki koneksi dengan komunitas lokal serta alam sekitarnya selama menginap.
Untuk memenuhi keinginan para tamu, Marriott International mengenalkan program Good Travel with Marriott Bonvoy.
Program tersebut menawarkan perjalanan penuh makna ke seluruh penjuru Asia Pasifik. Bahkan program Good Travel with Marriott Bonvoy telah mencakup hampir 100 hotel di kawasan Asia Pasifik.
Dalam keterangan pers, Kamis (21/5), Chief Sales and Marketing Officer, Marriott International Asia Pasific, Bart Buiring, mengatakan,“Kami sangat senang dapat mengekspansi Good Travel with Marriott Bonvoy, di mana wisatawan mempunyai lebih banyak cara untuk terhubung dengan komunitas lokal secara lebih dalam.”
Terkait hal itu, Bart Buiring menuturkan Marriott berkomitmen untuk memberikan pilihan pengalaman penuh makna yang lebih luas dan kaya untuk mempromosikan baik pemahaman budaya serta perubahan berkelanjutan yang positif.
Sebagai bagian dari program Good Travel with Marriott Bonvoy, Marriott International berkolaborasi dengan Pardicolor.
Pardicolor adalah sebuah inisiasi seni kreatif lingkungan dari organisasi konservasi Wildlife Asia.
"Tujuannya untuk membuat reinterpretasi travel posters tradisional dengan perubahan yang menawan dan terencana," kata Bart Buiring.
Berdasarkan 2022 American Express Travel Global Survey mengungkapkan bahwa kini para wisatawan mengutamakan destinasi wisata yang membawa dampak positif.
Baca juga: Kemenparekraf Perkuat Pariwisata Berkualitas di Biak Numfor Papua
Terkait survei tersebut, program Good Travel with Marriott Bonvoy siap memberikan pengalaman perjalanan yang telah dikurasi dan berfokus pada tiga kunci pilar.
Tiga pilar tersebut yaitu pertama, perlindungan Lingkungan untuk mendukung resiliensi lingkungan alam akibat degradasi lingkungan, polusi ,dan perubahan iklim.
Kedua, keterlibatan komunitas untuk mendukung komunitas lokal melalui edukasi budaya atau kegiatan sukarelawan.
Ketiga, konservasi Laut untuk memulihkan serta melestarikan spesies dan ekosistem laut.
“Kami sangat senang dapat mengekspansi Good Travel with Marriott Bonvoy, dimana wisatawan mempunyai lebih banyak cara untuk terhubung dengan komunitas lokal secara lebih dalam,” jelas Bart Buiring.
“Pandemi telah membawa peningkatan akan sense of purpose, lebih lagi para wisatawan yang semakin mencari berbagai cara berwisata yang penuh makna," katanya.
"Ekspansi kami terhadap program Good Travel with Marriott Bonvoy™ memungkinkan para tamu untuk mewujudkan sebuah pengalaman berwisata yang sebelumnya murni sebagai pengalaman bersantai, menjadi sebuah pengalaman yang mampu memberikan dampak positif terhadap destinasi yang mereka kunjungi,” papar Buiring.
Setiap pengalaman yang ditawarkan melalui Good Travel by Marriott Bonvoy akan menghubungkan para tamu dengan pakar lokal serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) di destinasi yang mereka tuju.
"Hal ini dilakukan sambil mempromosikan dan memperdalam pemahaman budaya," ujarnya.
Pengalaman beragam telah menanti para tamu di antaranya menanam bibit bakau di Hutan Langkawi untuk memulihkan lahan basah, bergabung dalam pelestarian kuil di India untuk memitigasi dampak kerusakan banguanan akibat badai pasir.
Selain itu, para tamu diajak memelihara spesies ikan di Danau Qiandao di Tiongkok untuk meningkatkan kualitas air.
Sebagai bagian dari kolaborasi bersama Pardicolor, seniman Joséphine Billete telah membuat karya seni perjalanan yang menggambarkan konsep berlibur sembari melakukan berbagai kegiatan yang baik bagi lingkungan. (RO/OL-09)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved