Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pemerintah tengah meneliti temuan Hepatitis Akut. Masyarakat diminta bersabar karena penelitian membutuhkan waktu.
“Ada pemeriksaan laboratorium terutama adenovirus dan Hepatitis E yang membutuhkan waktu 10 hingga 14 hari ke depan,” kata juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis (5/5)
Nadia mengatakan penelitian itu paralel dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Mereka menginvestigasi faktor risiko lantaran sudah mengetahui profil tiga anak yang meninggal.
Nadia memerinci korban meninggal terdiri dari anak berusia dua, delapan, dan 11 tahun. Korban berusia dua tahun belum divaksin covid-19, korban berusia delapan tahun baru divaksin covid-19 satu kali, dan korban berusia 11 tahun sudah divaksin lengkap.
“Ada satu kasus yang ada penyakit lain (selain Hepatitis Akut),” jelas dia.
Meski begitu, Nadia tidak memerinci dugaan penyakit lainnya. Sebab, hal tersebut masih diteliti di laboratorium. “Ketiga kasus itu belum kita golongkan Hepatitis Akut dengan gejala berat tapi baru masuk kriteria pending classification karena masih diperiksa,” tutur dia.
Selain itu, ketiga korban mengalami gejala serupa di saluran pencernaan. Mulai dari mual, muntah, hingga diare hebat sebelum akhirnya berwarna kuning.
“Ada pemeriksaan genome sequencing untuk mengetahui pasti ini bukan Hepatitis A dan E,” pungkasnya. (OL-8)
Pada 15 April 2022, WHO menyatakan kejadian ini sebagai (KLB) hepatitis, kejadian ini terus bertambah dengan adanya laporan-laporan dari berbagai negara.
Apa sebenarnya penyebab penyakit hepatitis? Berikut penjelasan penyebab, gejala, dan bagaiamana kita mencegahnya.
Indonesia masuk dalam 20 negara dengan beban penularan Hepatitis yang besar di dunia
Adapun definisi dari kasus probable ialah hepatitis akut namun virusnya bukan termasuk hepatitis A-E dan SGOT atau SGPT > 500 IU/L.
Tema nasional dari Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah “Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis karena Hepatitis Tidak dapat Menunggu”,
Gejala Hepatitis sangat penting dipahami oleh orangtua untuk menjaga buah hati agar mengetahui penanganan yang tepat bagi buah hati.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved