Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mencapai target penurunan angka kanker leher rahim atau kanker serviks pada 2030, pemerintah terus memberikan vaksinasi Human Papillomavirus Vaksin (HPV) pada anak sekolah dalam program bulan imunisasi anak sekolah (BIAS).
Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cissy Kartasasmita menyambut baik aksi pemerintah tersebut. Dikatakan Cissy, vaksin HPV memang seharusnya mulai diberikan pada anak yang berusia 9 tahun.
"Vaksin itu memang harus sebelum ada aktivitas seksual karena menghambat masuknya virus HP ke genital," kata Cissy saat dihubungi, Kamis (22/4).
Baca juga: Satu Dosis Vaksin HPV Sudah Cukup untuk Perempuan Muda, WHO Ubah Rekomendasi
Cissy menyatakan, vaksin HPV yang diberikan pada anak perempuan dapat melindungi diri mereka dari kanker serviks yang mungkin muncul bertahun-tahun kemudian.
"Kalau diberikan pada dewasa apalagi sudah menikah, kemungkinan virus sudah masuk ke epitel vagina meski tidak ada gejala," beber dia.
Selain itu, Cissy menilai pemberian vaksin HPV pada anak akan lebih mudah, yakni untuk anak 9-14 tahun hanya cukup langsung divaksin sebanyak 2 kali dan anak di atas 15 tahun sebanyak 3 kali.
"Kalau dewasa ingin vaksin kan harus memeriksakan vaginal swab lebih dulu," imbuh dia.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan Iqbal Djakaria mengatakan program imunisasi HPV sudah dilaksanakan oleh pemerintah dan juga sudah melakukan program pencegahan kanker serviks dengan melakukan deteksi dini. Pemberian imunisasi serta pelaksanaan imunisasi itu dilaksanakan dalam program BIAS.
"Pemberian imunisasi pada anak perempuan usia kelas 5 untuk proses pertama dan kelas 6 untuk dosis kedua untuk sekolah SD/Madrasah sederajat," kata Iqbal.
Menjadi perhatian terkait dengan target global yang diharapkan dapat menurunkan angka kejadian menjadi 4 per 100 ribu penduduk per tahun pada 2030 dan ini diharapkan dengan pencapaian 90%, anak perempuan sepenuhnya bisa mendapatkan vaksinasi HPV pada usia 15 tahun.
Kemudian, 70% wanita dilakukan deteksi dini dengan dilakukan skrinning kanker leher rahim dengan tes presisi tinggi pada usia 35 dan 45 tahun. Upaya lainnya adalah 90% wanita yang diidentifikasi menderita kanker serviks mendapat tatalaksana serta perawatan penyakitnya.
"Mudah-mudahan upaya-upaya ini bisa berjalan baik sehingga bisa menurunkan angka kejadian terkait kanker serviks. Yang menjadi sasaran imunisasi HPV anak perempuan usia kelas 5 sebagai dosis pertama diberikan kemudian kelas 6 dosis kedua," ujar Iqbal. (OL-1)
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved