Selasa 19 April 2022, 15:12 WIB

Finalis Puteri Indonesia 2022 Maureethania Apresiasi Pengesahan RUU TPKS

mediaindonesia.com | Humaniora
Finalis Puteri Indonesia 2022 Maureethania Apresiasi Pengesahan RUU TPKS

Ist
Finalis Puteri Indonesia perwakilan DKI Jakarta 6, Maureethania Miranda tengah melakukan kegiatan sosial.

 

FINALIS Puteri Indonesia perwakilan DKI Jakarta 6, Maureethania Miranda mengapresiasi pemerintah dan DPR atas disahkannya Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi UU.

Implementasi UU TPKS diharapkan dapat menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual serta memberikan perlindungan perempuan dan anak di Indonesia. 

"Kami berharap agar Undang-undang ini dapat menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, serta memberikan efek takut dan jera kepada para pelaku kekerasan seksual sehingga dapat mengurangi jumlah korban kekerasan seksual di Indonesia," ujar Maureethania saat memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak melalui komunitas Warna Sesama di Jakarta, Selasa (19/4).

Diakui Maureethania, perjuangan 10 tahun untuk mengesahkan RUU TPKS menjadi UU TPKS dilalui dengan tidak mudah.

Ada banyak gimmick dan narasi yang merugikan para aktivis perempuan dan elemen masyarakat yang mengusulkan aturan itu disahkan.

Baca juga: Puan Sahkan RUU TPKS, Kado Terindah Sambut Hari Kartini

"Alhamdulillah, setelah melewati proses panjang selama 10 tahun sejak awal penggagasannya oleh Komnas Perempuan, undang-undang ini akan menjadi pedoman hukum yang melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan seksual," ujarnya.

Bahkan Maureethania yang ikut menghadiri dan menyaksikan secara langsung pengesahan RUU TPKS menjadi Undang-undang pada Rapat Paripurna DPR RI bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati ikut terharu dan bangga saat undang-undang itu disahkan.

Selaras dengan undang-undang ini, dirinya bersama kaum perempuan lainnya akan terus aktif memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual. Salah satunya dengan membantu memberikan edukasi terhadap perempuan dan anak-anak di pelosok Jakarta.

Pada bagian lain, Maureethania mengungkapkan dengan ditetapkanya undang-undang ini, pihak kepolisian tidak lagi boleh menolak kasus kekerasan seksual, dan keterangan korban atau sebagai dapat menjadi bukti utama dan paling penting prinsip keadilan restoratif yang menjadi dasar mediasi dalam kekerasan seksual tidak lagi diatur. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Kemenkominfo Ajak Masyarakat Bermedia Digital dengan Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 00:01 WIB
Dr. Meithiana Indrasari, S.T., MM, mengtaakan di dalam dunia digital, digitalisasi budaya dalam jati diri kita dalam ruang digital tidak...
MI/SUSANTO

Jemaah Bersiap Melaksanakan Puncak Ibadah Haji Kamis Pagi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:30 WIB
Perjalanan haji dimulai dari maktab atau hotel jemaah tinggal, sudah mandi, berpakaian ihram dan niat haji kemudian diberangkatkan mulai...
Freepik.com

Literasi Digital Dapat Mengurangi Perundungan Digital

👤Mediandonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:06 WIB
Sekretaris Digimom Indonesia May Safitri memaparkan, remaja menjadi salah satu target atau korban utama dari perundungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya