Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALZHEIMER merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang paling umum terjadi dan menjadi penyebab penyakit demensia (kepikunan) yang sering terjadi pada orang tua.
Hasil penelitian terhadap spons Agelas nakamurai yang diambil dari perairan di sekitar Pulau Tabuhan Banyuwangi menunjukkan bahwa ekstrak metanol dari spons ini dapat menghambat enzim asetilkolinesterase sebagai salah satu target terapi dari penyakit Alzheimer.
Temuan itu telah dipublikasikan dalam Journal of Research in Pharmacy volume 26 Tahun 2022 berjudul In Vitro Acetylcholinesterase Inhibitory Activities of Fractions and Iso-agelasine C Isolated from The Marine Sponge Agelas Nakamurai. Riset ini dilakukan oleh sejumlah ilmuwan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Naresuan University Thailand. Mereka terdiri dari Andhika Dwi Aristyawan, Valentika Fitria Setyaningtyas,Tutik Sri Wahyuni, Aty Widyawaruyanti, Kornkanok Ingkaninan dan Suciati.
Salah satu ilmuwan, Suciati menerangkan, pihaknya melakukan ekstraksi isolasi senyawa kimia untuk mendapatkan informasi awal. Dari hasil isolasi diperoleh senyawa alkaloid iso-agelasine C yang diidentifikasi dengan teknik spektroskopi NMR dan spektrometri masa.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa iso-agelasine C tersebut dapat menghambat enzim asetilkolinesterase sehingga berpotensi kuat untuk dikembangkan sebagai kandidat obat Alzheimer," ujar Suciati seperti dilansir dari laman resmi Unair.
Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa, termasuk biodiversitas laut. Spons adalah salah satu hewan laut berongga yang banyak diteliti karena mengandung berbagai senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan.
Penyakit Alzheimer sendiri didefinisikan sebagai gangguan neurodegeneratif yang irreversible dan progresif. Ciri umum dari penderita penyakit Alzheimer adalah penurunan kognisi dan memori, namun juga dapat terjadi perubahan perilaku, suasana hati yang sering berubah-ubah, gangguan bicara, menelan, bahkan gangguan berjalan.
Saat ini diperkirakan jumlah penderita Alzheimer lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia, dan diprediksi akan terus meningkat menjadi 66 juta pada tahun 2030 dan akan menjadi 115 juta pada tahun 2050 seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup dan meningkatnya populasi penduduk berusia lanjut.
Di negara-negara maju Alzheimer menyebabkan permasalahan sosial dan ekonomi, dan tidak menutup kemungkinan hal ini juga terjadi di negara-negara berkembang.
Penyakit Alzheimer pertama kali ditemukan oleh Alois Alzheimer pada tahun 1906. Pada penderita penyakit Alzheimer dapat dilihat adanya pembentukan plak amiloid serta penumpukan protein (neurofibrillary tangles) pada sel saraf otak. Hal ini menyebabkan terganggunya komunikasi antara sel saraf otak yang satu dengan lainnya dan bahkan bisa menyebabkan kematian sel saraf otak. H
ingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah penyebab dari penyakit Alzheimer’s ini namun diduga berhubungan erat dengan stress oksidatif serta inflamasi. Adapun, pengobatan yang ada saat ini adalah untuk memperlambat progesifitas dari penyakit ini, salah satunya dengan memberikan obat-obat penghambat enzim asetilkolinesterase.
Pada penderita penyakit Alzheimer diketahui adanya penurunan neurotranmiter asetilkolin, sehingga untuk mempertahankan jumlah asetilkolin yang cukup pada sel saraf otak, dilakukan penghambatan pada enzim asetilkolinesterase.
Senyawa kimia yang banyak dilaporkan berpotensi untuk terapi penyakit Alzheimer adalah dari golongan alkaloid, bahkan obat penyakit Alzheimer yang ada sekarang adalah dari golongan alkaloid, yaitu galantamin, donepenzil dan rivastigmin. (H-2)
PERCEPATAN transformasi digital dibutuhkan untuk memajukan berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan memperkuat jejaring organisasi.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Penanganan kasus perundungan seharusnya tidak berhenti pada penyelesaian internal, melainkan perlu dilakukan secara terbuka, profesional, dan berpihak pada korban.
Peneliti Unair melakukan riset dan analisis faktor-faktor yang memengaruhi persebaran kasus kusta di Jawa Timur menggunakan pendekatan regresi spasial dengan pembobotan queen contiguity.
Peneliti Universitas Airlangga (Unair) melakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persebaran kasus kusta di Jawa Timur.
Penyusunan undang-undang secara tergesa-gesa seperti yang terjadi dalam proses pembentukan UU Cipta Kerja (Ciptaker) memperlihatkan kelemahan serius dalam penerapan model omnibus.
Penelitian terbaru mengungkap ekspresi wajah primata dan manusia adalah tindakan terencana, bukan sekadar respons emosional otomatis.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
Pernahkah kamu melihat wajah pada rumput, batu, bangunan, atau mungkin benda-benda terdekat di sekitar?
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
peneliti di Swedia dan Republik Ceko pada 2023 menemukan faktor pemicu risiko demensia bahkan sebelum lahir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved