Jumat 15 April 2022, 16:32 WIB

Ketua KNPI Ilyas Indra: Kembalikan Organisasi Pemuda ke Khitahnya

mediaindonesia.com | Humaniora
Ketua KNPI Ilyas Indra: Kembalikan Organisasi Pemuda ke Khitahnya

Ist
Ketua KNP Ilyas Indra (ketiga dari kiri) memberi piagam kepada Ketua Umum DPP Pemuda Islam Indonesia Khaerul Umam.

 

KETUA Komite Nasional Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) hasil Kongres Luar Biasa Lombok, Ilyas Indra, menegaskan bahwa dirinya ingin mengembalikan organisasi pemuda kepada khitahnya.

Ilyas mengaku miris dengan organisasi KNPI yang saat ini pecah menjadi beberapa bagian. Hal itu diduga lantaran organisasi pemuda itu kerap dieksploitasi oleh kepentingan politik maupun kekuasaan. 

Padahal kata dia, organisasi KNPI sebagai generasi penerus bangsa Indonesia di masa mendatang harus dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional yang harus memiliki modal dasar.

"Yaitu pemuda harus mampu disebut sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) yaitu kekuatan moralnya dalam berjuang karena pada intinya apa yang dibuat adalah semata–mata berlandaskan pada gerakan moral yang menjadi idealismenya dalam berjuang," jelas Ilyas dalam keterangannya, Jumat (15/4).

Menurut Ilyas, pemuda merupakan suatu potensi bagi negara sebagai armada dalam kemajuan bangsa. Peran pemuda sangat penting dalam mengisi pembangunan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. 

Baca juga : Ketua Umum DPP KNPI Ilyas Indra Sebut Banyak Ormas Kepemudaan Berpolemik

Untuk itu, organisasi pemuda harus terbebas dari kepentingan politik atau golongan. Sebab, organisasi KNPI merupakan wadah berhimpun organisasi pemuda yang harus menjadi garda terdepan dalam rangka mengawal cita-cita proklamasi dalam bingkai NKRI.

"Saat era globalisasi seperti sekarang peran pemuda dan mahasiswa sangat berpengaruh terhadap bangsa. Baik dalam lingkup ilmu pengetahuan, etika, para mahasiswa yang akan merubah status suatu bangsa," jelasnya.

Sebagaimana yang pernah diungkapkan Bung Karno “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan negara. 

"Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara," katanya.

"Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi guna bersaing secara global," ucap Ilyas 

Oleh karena itu, sebagai Ketum KNPI yang dipilih secara demokratis, Ilyas Indra terus mengedukasi dan mengajak pemuda kembali pada tujuan awal yaitu pemuda harus mandiri tanpa diintervensi oleh kelompok manapun.

Sebagai upaya mengembalikan khitah pemuda, Ilyas mengaku tidak henti-hentinya untuk mengajak pemuda kembali bersatu di antaranya melalui "Kongkow Ramadhan Diskusi Kebangsaan Pemuda". 

“Mahasiswa dan pemuda harus mengambil peran dalam pesta demokrasi 5 tahun yaitu pemilu 2024 mendatang. Namun demikian pemuda harus cerdas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” kata Ilyas. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/ Fakhri Hermansyah

Mensos Beri Bantuan Jemaat Penyandang Disabilitas HKBP Rawalumbu

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:45 WIB
Bantuan yang diserahkan berupa alat kursi roda elektrik, alat bantu dengar, kursi roda adaptif, tongkat tuna netra, kaki tangan palsu,...
Antara

Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Tempat Wisata dari Menparekraf

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:19 WIB
Dirinya mengingatkan masyarakat yang akan berlibur pada momentum libur sekolah, tetap menjaga kewaspadaan terhadap pandemi...
Antara

Menkeu: Butuh Anggaran Besar untuk Capai Target NDC

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:36 WIB
Hingga 2030, Indonesia setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp3.461,31 triliun untuk mencapai target pengurangan emisi CO2, dengan 29%...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya