Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Keluarga Alumni Universitas Pelita Harapan (IKA UPH) berkesempatan melakukan audiensi dengan Duta Besar Republik India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty.
Audensi membicarakan potensi kerja sama di bidang pendidikan dan kepemudaan yang juga meliputi sektor kesehatan dan olahraga.
Dalam kesempatan itu, Dubes Sandeep menyampaikan apresiasi atas persahabatan yang selama ini diberikan oleh keluarga besar UPH kepada komunitas India di Indonesia.
Baca juga: FK UPH Soroti Pemanfaatan AI di Dunia Kesehatan pada Dies Natalis ke-22
“Kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Pelita Harapan ke sini. Perjumpaan dengan UPH bukanlah yang pertama kali. Beberapa waktu yang lalu, IKA UPH dan Kedutaan Besar India di Jakarta telah melaksanakan seminar nasional terkait Presidensi Indonesia di G20,” kata Dubes Sandeep dalam keterangan pers, Jumat (1/12).
Delegasi IKA UPH dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Abhiram Singh Yadav yang menjabat sebagai Vice President of External Affair dalam kepengurusan IKA UPH merangkap Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia.
Abhiram menyampaikan, kerja sama antara IKA UPH dan Kedutaan Besar India di Jakarta dapat diwujudkan lewat dua hal. Pertama, lewat pertukaran budaya yang difasilitasi oleh universitas dari kedua negara. Kedua, lewat bahasa universal yang mudah diterima oleh berbagai kalangan, yakni olahraga.
Menyambung apa yang Abhiram sampaikan, Dubes Sandeep memberikan sinyal positif untuk segera mengagendakan kerja sama ini di awal tahun 2024.
Baca juga: Teliti Intervensi Nyeri Penderita Kanker, Yusak Jadi Guru Besar Neurologi UPH
Menurutnya, untuk mendorong transfer of knowledge di bidang strategis seperti kesehatan, pariwisata, dan ekonomi, Kedutaan India di Jakarta siap membuka akses bagi IKA UPH untuk bertemu dengan pelaku-pelaku utama di sektor tersebut.
Selain itu, Kedutaan Besar India juga secara rutin memberikan beasiswa untuk masyarakat Indonesia lewat program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), di mana masyarakat Indonesia bisa belajar di India selama beberapa minggu hingga bulan.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sudah lebih dari 370 masyarakat Indonesia yang menikmati program ini. Ada pula beasiswa Indian Council for Cultural Relations (ICCR) yang dapat alumni UPH manfaatkan.
“Dan jangan lupa, kita juga bisa menandai dimulainya kemitraan strategis ini dengan melakukan pertandingan persahabatan untuk olahraga cricket,” tambah Dubes Sandeep.
Sejak didirikan pada tahun 1994, UPH telah meluluskan lebih dari 40.000 lulusan yang tersebar di 13 fakultas.
Para alumni UPH juga berkiprah di berbagai bidang kehidupan dan profesi, mulai dari bisnis, profesional, pendidikan hingga pemerintahan. (S-4)
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
Pembentukan IKA FT UEU mempererat silaturahmi alumni lintas angkatan, membangun jaringan profesional, serta berkontribusi pada pengembangan Fakultas Teknik dan Universitas Esa Unggul.
Penghargaan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para alumni dan masyarakat luas.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dianugerahi Nanyang Distinguished Alumni Award 2025.
Kemampuan mendengarkan merupakan tantangan terberat yang harus dihadapi seorang pemimpin, terutama dalam proses komunikasi yang efektif.
Alumni Inggris memiliki kapasitas yang dapat berkontribusi signifikan bagi riset strategis dan program pembangunan nasional.
Timnas renang Prancis berlatih di Jakarta dalam rangka persiapan menuju World Aquatic Championship 2025 di Singapura.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem mengatakan dua staf Kedutaan Besar Israel di Washington DC tewas dekat Museum Yahudi Capital.
Arab Saudi selalu mengundang atau mengajak kepada warga negara Indonesia untuk berkunjung ke Arab Saudi.
Beberapa kedutaan juga membuat aduan terkait pihak tak bertanggung jawab yang mencatut pelat diplomatik.
PM Australia, Anthony Albanese, mengecam serangan pada konsulat AS di Sydney yang melibatkan penggunaan palu dan vandalisme dengan grafiti pro-Palestina.
Seorang pria Suriah menembaki Kedutaan Besar AS di Libanon, menyebabkan kekhawatiran dan tindakan keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved