Selasa 22 Maret 2022, 22:56 WIB

Deteksi Dini Tentukan Terapi Ideal Bagi Pasien Kanker Hati 

Mediaindoensia.com | Humaniora
Deteksi Dini Tentukan Terapi Ideal Bagi Pasien Kanker Hati 

Ilustrasi
Ilustrasi kanker

 

KONSUMSI alkohol berlebih sering dijadikan alasan sebagai penyebab terjadinya kanker hati. Namun, penumpukan lemak di hati yang berhubungan erat dengan obesitas dan diabetes juga bisa menjadi pemicu timbulknya kanker hati. 

Kanker hati ada dua macam yaitu kanker hati primer yang merupakan kanker yang terjadi dari sel-sel hati yang normal berubah menjadi sel-sel abnormal. Kedua, kanker hati metastasis yaitu kanker hati yang berasal dari penyebaran kanker dari organ lain seperti usus besar, paru-paru atau payudara. 

Kanker hati primer yang terbanyak adalah hepatocellular carcinoma (HCC), dan berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) 2020, kanker hati merupakan salah satu dari 4 penyebab kematian akibat kanker di Indonesia. 

Mayoritas penderita kanker hati primer di dunia memiliki penyakit hati kronis seperti sirosis hati yaitu terbentuknya jaringan parut di hati akibat penyakit kronis. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, dr. Hendra Nurjadin, SpPD, menjelaskan, sirosis hati tidak hanya disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, pada banyak kasus yang ditemukan sirosis disebabkan oleh penyakit hati yang tidak berhubungan dengan alkohol atau disebut Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH) yaitu terjadinya penumpukan lemak di hati, yang berhubungan dengan obesitas, sindrom metabolik dan diabetes. 

"Infeksi hepatitis B dan C yang banyak terjadi di Indonesia juga merupakan penyebab banyaknya sirosis hati yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus kanker hati, dimana sebenarnya hepatitis B ini dapat dicegah dengan vaksinasi dan hepatitis C dapat dengan mudah diobati, cukup hanya 3 bulan saja dengan obat-obatan anti virus yg baru” Ungkap Hendra yang juga dokter di Mayapada Hospital Tangerang. 

Seperti kasus kanker yang lainnya, terdiagnosis sejak dini adalah kunci utama penanganan kanker hati. Dan pilihan terapi kanker hati bergantung pada stadium kanker hati. Semakin kecil ukuran tumor dan semakin rendah stadium kanker, serta fungsi hati dan kondisi kesehatan yang baik, maka kanker hati dapat dioperasi.  

Di Indonesia, banyak pasien datang terlambat berobat kanker hati, karena selain tidak melakukan medical check-up secara berkala, pasien juga sering datang terlambat karena menduga hanya mengeluh sakit maag dan mengobatinya dengan hanya menjalani pengobatan maag. 

“Setelah penyakit menjadi berat dan keluhan menjadi semakin nyata seperti nyeri pada perut, perut membesar, mudah memar dan perdarahan, kulit dan mata menguning, serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, barulah pasien datang, padahal pasien datang dalam kondisi sudah stadium lanjut.” jelas Prof. Dr. Abdul Aziz Rani, Sp, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan. 

Selaras dr. Kaka Renaldi, Sp.PD, KGEH – Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Kuningan, mengungkapkan, deteksi dini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan hepatitis, pemeriksaan rutin USG hati serta pemeriksaan darah fungsi hati termasuk penanda tumor AFP (Alfa Feto Protein). 

"Dan bagi seseorang yang sudah menderita hepatitis B dan C serta memiliki fungsi hati yang abnormal, penting menjalani pemantauan rutin minimal enam bulan sekali," katanya. 

Ketika berbicara mengenai penanganan kanker, kanker itu sangat beragam dan pengobatannya berbeda antar jenis kanker, dan juga untuk setiap orang. Termasuk penanganan kanker hati. Ada terapi yang berhasil bagi satu orang, namun terapi yang sama mungkin akan gagal bagi orang lain. 

Baca juga : Waspada TBC Laten, Tidak Bergejala dan Bisa Muncul Kapanpun 

Untuk itu perlu dilakukan penelusuran menyeluruh mengenai kondisi setiap pasien dari berbagai sudut pandang, sehingga penanganan kanker hati dapat dibuat sesuai kebutuhan individu atau tailored cancer treatment. 

Itulah sebabnya mengapa peran tumor board sangat penting. Dalam penanganan kanker, tumor board Mayapada Hospital melakukan pertemuan rutin untuk membuat rencana perawatan yang terbaik dan ideal untuk setiap individu pasien sebagai sebuah tim. 

Tim yang terlibat dalam tumor board untuk penanganan kasus kanker hati selain dokter bedah digestif, spesialisasi lain juga ikut terlibat seperti dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi, patologi anatomi, radiologi, radiasi onkologi, anestesi serta spesialisasi lain sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.  

“Dalam memberikan rekomendasi tatalaksana pada pasien yang sudah didiskusikan dalam tumor board, kepada pasien diterangkan juga pertimbangan tatalaksananya tersebut berdasarkan tinjauan beberapa guidelines yang sudah ada, salah satu diantaranya adalah BCLC Barcelona Clinic Liver Cancer strategy,” ucap dr. Rofi Yuldi Saunar, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Jakarta Selatan. 

Namun selain itu, untuk menentukan apakah suatu kanker hati memenuhi syarat untuk operasi reseksi hati, perlu untuk mempertimbangkan beban tumor juga fungsi hati, luasnya jaringan hati yang dipotong dan volume sisa hati yang diharapkan di masa depan, serta adanya tidaknya hipertensi portal dan komorbiditas dari pasien. 

Untuk itu diperlukan penilaian kondisi kesehatan pasien yang detail dan komprehensif sebelum dilakukannya penanganan tumor hati.  

“Pilihan terapi lainnya bagi pasien yang tidak dapat dilakukan reseksi atau pengangkatan tumor antara lain adalah transplantasi hati, terapi ablasi, terapi embolisasi serta sistemik. Sementara itu, pada pasien stadium terminal, perawatan yang diberikan adalah best supportive care yaitu perawatan suportif  untuk mendukung kesehatan pasien yang terdiri dari perawatan paliatif yang tepat tanpa terapi antikanker lainnya,” lanjut dr. Agung Sumastoro, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Kuningan. 

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Tangerag, dr Dion Ade Putra menjelaskan, untuk mengurangi risiko kanker hati mulailah dengan menjaga berat badan yang sehat dan ideal, lakukan vaksinasi terhadap Hepatitis B, lakukan tes Hepatitis C, jangan merokok, atau berhenti jika Anda melakukannya, hindari minum terlalu banyak alkohol. 

"Serta jangan lupa rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.” tegas dr. Dion 

Gastrohepatologi Center Mayapada Hospital adalah layanan komprehensif bagi pasien dewasa dan anak-anak untuk penyakit gangguan pencernaan mulai dari kerongkongan, lambung, usus kecil dan usus besar, serta termasuk kasus yang melibatkan gangguan pankreas, hati dan kantung empedu. 

Layanan mulai dari deteksi dini, diagnosis, dan tindakan pembedahan dengan didukung dengan peralatan terkini, fasilitas penunjang yang lengkap serta tim dokter subspesialis yang ahli dan kompeten di bidangnya antara lain Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif, Dokter Spesialis Anak Konsulltan Gastrohepatologi, serta Dokter Spesialis Bedah Anak. (RO/OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya