Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Makanan Ultra Proses Perpendek Harapan Hidup Penyintas Kanker

Despian Nurhidayat
25/3/2026 10:12
Makanan Ultra Proses Perpendek Harapan Hidup Penyintas Kanker
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention memaparkan adanya bukti kuat bagaimana makanan ultra proses (UPF) secara perlahan dapat membunuh harapan hidup para penyintas kanker.

Bukan rahasia lagi jika pola makan sehat sangat krusial bagi penyintas, namun studi ini menyoroti satu musuh utama yang sering terabaikan yaitu makanan ultra proses (ultra-processed foods). Kelompok makanan ini mencakup camilan kemasan, minuman manis, hingga makanan siap saji yang telah dimodifikasi dengan tambahan gula, lemak, garam, dan pengawet kimia.

Dilansir dari Fox News, penelitian yang dilakukan IRCCS Neuromed di Italia ini memantau lebih dari 800 penyintas kanker selama hampir 18 tahun. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Mereka yang mengonsumsi makanan ultra proses dalam jumlah tinggi ditemukan memiliki risiko kematian 48% lebih tinggi dari penyebab apa pun.

Bahkan, risiko kematian yang spesifik akibat kanker melonjak hingga 57% dibandingkan dengan mereka yang jarang menyentuh makanan hasil olahan industri tersebut.

"Hal yang paling mencolok adalah hubungan ini tetap kuat bahkan setelah kami mempertimbangkan kualitas diet secara keseluruhan," ujar pimpinan penelitian, Dr. Marialaura Bonaccio. 

Hal ini menunjukkan, meskipun seseorang merasa sudah banyak makan sayur, efek buruk dari proses pengolahan makanan pabrikan tetap memberikan dampak negatif yang berdiri sendiri bagi tubuh. Para peneliti menduga adanya peradangan (inflammation) kronis yang dipicu oleh bahan tambahan pangan menjadi alasan di balik tingginya angka risiko ini.

Sebagai langkah pencegahan, para ahli sangat menyarankan para penyintas untuk "pulang" ke dapur sendiri. Memasak makanan dari bahan-bahan segar dan meminimalisir produk instan menjadi strategi paling masuk akal untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

"Saran paling praktis adalah beralih ke makanan yang diproses secara minimal dan masakan rumahan," tandas Bonaccio. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya