Senin 21 Maret 2022, 15:22 WIB

Indonesian Music Expo (IMEX): Musik untuk Milenium Baru

mediaindonesia.com | Humaniora
Indonesian Music Expo (IMEX): Musik untuk Milenium Baru

DOK IMEX

 

SEJAK beberapa dekade lalu, di dunia industri musik global muncul sebuah istilah baru yang di kenal dengan nama 'world music'. lstilah ini awalnya hanya di gunakan dalam lingkungan akademik bidang etnomusikologi. 

Setelah produser dan toko CD raksasa seperti di Amerika dan Eropa seperti Virgin Records menggunakan nama ini untuk menjual produk khusus 'world music', maka istilah ini menjadi sangat popular. 

Di bawah label World Music ini, para pembeli dapat menemukan musik-musik dari Amerika Latin, Afrika, AS, Eropa (Celtic), dan juga Gamelan. Tiga puluh tahun setelah istilah atau genre baru ini muncul, pasar global world music melejit 10% dari pasar industri musik dunia dengan jumlah uang berputar sekitar US$6,5 miliar.

Melihat terbukanya pasar baru yang begitu menggiurkan, banyak negara saat ini memasuki arena world music dengan berlomba-lomba menyelenggarakan festival dan expo world music di wilayah mereka. Festival dan expo yang paling berpengaruh dalam perkembangan world music global adalah WORLD MUSIC, ARTS, AND DANCE  (WOMAD); dan WORLD MUSIC EXPO (WOMEX) yang berlangsung di Eropa.

Festival dan expo ini menunjukkan bahwa planet ini memiliki kekayaan dan keragaman budaya world music yang sangat luar biasa. Keragaman ini tumbuh dan berkembang akibat pertemuan berbagai peradaban manusia selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia. Dewasa ini, perkembangan world music di dunia telah membuka sebuah horizon musik baru di milenium ketiga. Oleh karena itu, para pelaku world music perlu mengambil sebuah posisi yang jelas dan kokoh dalam arena musik global.

Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar keempat dan juga penduduk muslim terbesar di dunia. Selama ribuan tahun Indonesia juga menjadi persimpangan pertemuan peradaban dunia yang datang dari belahan Timur dan Barat. Akibatnya, pertumbuhan budaya world music yang begitu beragam sangat luar biasa di negeri ini.

Dalam konteks inilah Direktorat Perfilman, Musik dan Media menyiapkan sebuah forum bernama INDONESIAN MUSIC EXPO (IMEX) untuk memperkenalkan kepada dunia budaya world music Nusantara di Pulau Dewata, Bali, agar para pelaku di industri world music global dapat datang dan berbelanja sesuai dengan keperluan mereka masing-masing. 

IMEX bertujuan untuk menjadi rekanan dari WOMAD dan WOMEX di Eropa, walaupun untuk saat ini hanya berfokus pada musik Indonesia.

Sehubungan dengan ini, Direktorat Film, Musik dan Media Baru, Direktorat Jendral Kebudayaan RI Kemendikbud Ristek mengundang semua untuk menyaksikan acara IMEX (pertunjukkan, pameran, talkshow dan workshop) yang akan menampilkan grup top world music dari seluruh Nusantara di Puri Lukisan, Ubud-Bali pada tanggal 24-27 Maret, 2022.


Berikut ini beberapa grup yang bakal tampil di IMEX 2022.

SUMATRA

1. Kande
Kande adalah grup world music dari Aceh yang di pimpin oleh Rafli, seorang penyanyi dan pengarang lagu yang sangat berbakat. Grup ini sering tampil pada festival world music internasional yang sangat bergengsi. Dengan kualitas dan teknik vokalnya yang luar biasa, Rafliselalu berhasil memukau ribuan
penontonnya.

2. Suarasama
Suarasama adalah grup world music dari Medan, Sumatra Utara yang di pimpin oleh etnomusikolog, lwansyah Harahap. Musik mereka berangkat dari musik Sufi yang memiliki bernafaskan spiritual. Di dukung oleh penyanyi wanita yang berbakat, Rita Hutajulu Suarasama berhasil menyajikan bentuk world music yang sangat menarik. Grup ini juga sering tampil pada berbagai festival world music internasional yang bergengsi.

3. Musik Batak Karo
Musik Batak Karo adalah salah satu musik yang sangat unik dari Sumatra Utara. Salah satu yang menarik dari mereka adalah penggunaan alat musik gendang kecil yang bersuara sangat lembut. Grup yang akan tampil pada IMEX merupakan pilihan dari festival musik tradisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Film, Musik dan Media Baru, Direktorat Jendral Kebudayaan RI.

4. Riau Rhtyhm
Riau Rhythm adalah grup world music dari Riau, wilayah pesisir di Sumatra Barat. Berangkat dari musik Melayu pesisir yang khas, grup ini mencoba mengembangkan gaya world music baru. lnstrumen mereka merupakan campuran dari musik tradisi dan Barat.

5. Sako Sarikat
Sako Sarikat adalah grup world music yang progresif dari Lampung. Musik mereka berangkat dari tradisi musik Minangkabau yang digarap dengan sentuhan modern. Alat musik mereka pun merupakan campuran yang menarik. Meskipun merupakan grup baru, Sako Sarikat memiliki potensi yang sangat besar.

Dari JAKARTA ada Indonesian National Orchestra (INO)
Indonesian National Orchestra (INO) terdiri dari 35 pemain musik tradisional dari berbagai daerah yang didirikan oleh Franki Raden pada 2010. Penampilan INO pada IMEX adalah dalam bentuk ensemble yang terdiri dari 11 pemain inti INO. Tahun 2017 INO Ensemble berhasil memperoleh Juara 3 pada festival world music kompetitif dunia yang di ikuti oleh 68 negara di Samarkand.

JAWA
-Sambasunda
Sambasunda adalah grup world music dari Bandung yang sangat terkenal di dunia internasional pimpinan lsmet Ruchimat. Musik mereka berangkat dari musik Jaipongan yang di gabung dengan musik Barat. Pertunjukan mereka di beberapa festival world music internasional selalu berhasil mengajak para penonton setempat untuk berjoget.

BALI
1. Bona Alit

Bona Alit adalah grup world music yang di pimpin oleh seorang maestro dan pembuat alat musik terkenal dari Bali, Gung Alit. Musik mereka merupakan campuran yang menarik antara gamelan Bali dan musik Barat. Album mereka yang berjudul 'Kisi Kisi' sangat popular di Bali maupun di luar negeri. Gung Alit sendiri seringkali menjadi instruktur musik tamu di luar negeri.

2. Jegog Suar Agung
Jegog adalah jenis musik bambu tradisional yang paling terkenal dan unik di Bali. Suara rendah dari alat musik bambu berukuran raksasa membuat musik Jegog ini mampu mendatangkan kesan mistik yang luar biasa. Jegog Suar Agung yang tampil di Road to IMEX ini berasal dari Jembrana dan didirikan oleh almarhum I Wayan Suwentra. Jegog Suar Agung adalah grup musik Bali yang paling terkenal di luar negeri.

3. Noizekilla
NoizeKilla adalah sebuah grup world music progresif yang dipimpin oleh penyanyi-pengarang lagu muda yang berbakat, Adhi Bhisma Wrhaspati. Mereka berhasil menggabungkan reggae dengan musik tradisional Indonesia dengan cara yang sangat menarik. NoizeKilla adalah salah satu grup world music yang sangat digemari oleh kaum milenial karena lirik lagu-lagu mereka banyak bercerita tentang masalah sosial dengan kritis.
 
SULAWESI
1. Dadendate

Dadendate adalah sebuah bentuk musik tutur kuno yang berasal dari Kerajaan mistis Sindue di Donggala, Sulawesi Tengah. Pementasan Dadendate dapat berlangsung sangat lama tergantung pada isi cerita yang mereka garap dalam bentuk nyanyian. Formasi musik mereka terdiri dari satu atau dua alat musik gambus, sebuah suling bamboo dan dua orang penyanyi. Oewasa ini Oadendate hanya dapat di mainkan oleh kakak-beradik Logompuyu dan Lavante yang mewarisi musik ini secara turun-temurun dari nenek-moyang mereka.

2. Pinkan Indonesia
PINKAN adalah Persatuan lnsan Kolintang Nasional Indonesia yang dipimpin oleh Penny Marsetio. Anggota mereka terdiri dari Pembuat Kolintang, Pemain, Pelatih dan Pemerhati. Untuk IMEX PINKAN akan mengirim grup musik Kolintang anak-anak muda yang sangat berbakat dari sanggar Prima Vista. Musik yang mereka garap memiliki genre yang sangat beragam, dari musik daerah Minahasa hingga ke musik jazz dan klasik.


NUSA TENGGARA BARAT
1. Cilokaq
Cilokaq adalah sebuah genre musik kroncong yang tumbuh secara menarik dalam konteks budaya masyarakat Lombok yang sangat majemuk. Pengaruh Cilokaq datang dari budaya musik Portugis, Cina, dan Arab. Namun para pemusik Cilokaq di Lombok yang jenius menggarap pengaruh-pengaruh ini menjadi musik asli mereka.

2. Aksilarasi
Aksilarasi adalah sebuah campuran pelbagai grup musik yang ikut serta dalam program pemberdayaan musik Kemenparekraf selama 5 tahun yang diberi judul Aksilarasi. Musik yang mereka mainkan pada IMEX nanti juga sangat beragam dan tergantung dari latar-belakang individual setiap pemainnya. Secara keseluruhan, penampilan Aksilarasi ini memberikan gambaran akan potensi musik masyarakat Lombok.
 
NUSA TENGGARA TIMUR

1. Marinuz Kevin
Marinuz Kevin (penyanyi hip hop dari Kupang) menggarap musik berangkat dari keprihatinan mereka terhadap lagu-lagu daerah NTT yang kurang di kenal oleh masyarakatnya sendiri, terutama anak-anak muda. Selain menggarap lagu-lagu daerah, mereka juga banyak mencipta lagu-lagu baru dengan bahasa daerah mereka sendiri. Penampilan grup ini pada berbagai festival world music internasional seperti Toraja lnternasional Festival dan Jakarta Beat Society selalu berhasil memukau kaum milenial.

2. Folksong of Flores
Folksong of Flores atau Lagu Rakyat Flores adalah bentuk musik vokal di Nusa Tenggara Timur yang sangat unik. Pengaruh musik-musik Portugis pada abad ke-16 kadang terasa pada musik mereka. Grup Nyong Franco yang akan tampil pada IMEX dari Maumere ini merupakan pilihan dari festival musik tradisi yang diselenggarakan oleh Direktorat Film, Musik dan Media.

 

KALIMANTAN
Tingkilan Kota Raja
Tingkilan adalah bentuk musik kroncong yang berasal dari musik fado Portugis yang dibawa ke Indonesia pada abad ke-16. Setiap daerah di Indonesia mengembangkan musik kroncong ini sesuai dengan karakteristik musik daerah mereka masing-masing. Tingkilan adalah musik kroncong yang khas dari Tenggarong, Kalimantan Timur. Di daerah ini formasi kroncong menggunakan alat musik gambus, cello, rebana, gitar, ukulele, bas dan vokal. Tingkilan Kota Raja didirikan dan dipimpin oleh Bayu Anugraha, pemain cello berbakat dari Tenggarong.

MALUKU
Hawaiian Teluk Ambon
Musik Hawaiian telah lama menjadi musik tradisional di wilayah Maluku, terutama Ambon. Meskipun berasal dari luar, para pencipta lagu-lagu Hawaiian berhasil menggunakan jenis musik ini untuk mengekspresikan kehidupan sosial mereka dengan sangat menarik. Hawaiian Band Teluk Ambon di pimpin oleh seorang pemain gitar Hawaiian yang sangat berbakat, Sammy Zeth Tentua. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok. ICMI

ICMI Pusat Menginisiasi Pembentukan ICMI Eropa Raya

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Maret 2023, 22:27 WIB
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengembangkan kualitas organisasi dengan menginisiasi pembentukan ICMI Eropa...
MI/Widjajadi

Kemenpan-Rebiro Manut Cuti Bersama Lebaran Dimajukan

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 25 Maret 2023, 22:06 WIB
Kemenpan-Rebiro akan mengikuti perubahan cuti bersama Idul Fitri 1444 Hijriah yang diusulkan Menteri Perhubungan Budi Karya...
HO

Larangan Buka Puasa Bersama Bentuk Intervensi Pemerintah

👤Widhoroso 🕔Sabtu 25 Maret 2023, 21:45 WIB
Larangan buka puasa bersama oleh pemerintah telah menimbulkan kegaduhan dan rasa tidak percaya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya