Minggu 13 Februari 2022, 23:05 WIB

Islam Tidak Membenarkan KDRT

Media Indonesia | Humaniora
 Islam Tidak Membenarkan KDRT

Dok pribadi
KH Ahmad Zuhri Adnan

 

ISLAM sudah mengatur secara detail soal hak dan kewajiban suami-istri dalam sebuah biduk rumah tangga. Keduanya wajib memperlakukan masing-masing pasangan dengan baik atau mu’asyarah bi al-ma’ruf.

"Perintah memperlakukan suami maupun istri secara baik itu jelas tertera dalam QS Annisa:19," ujar pengasuh Pondok Pesantren Ketitang, Cirebon KH Ahmad Zuhri Adnan, Minggu (13/2).

Menurut Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Cirebon ini, Islam sama sekali tidak sedikit pun membenarkan kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT). "... Pergaulilah mereka secara baik. Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu. Sementara Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak," tukas KH Ahmad mengutip bunyi ayat tersebut.

Sedangkan maksud 'ketika suami merasa tidak cocok dengan istrinya' pun dijelaskan secara lebih detail pada surat yang sama di ayat 34, yakni dengan tiga tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. "Pertama, menasihatinya secara baik. Kedua, bila tidak berhasil maka didiamkan dan tidak diajak tidur bersama. Ketiga, langkah terakhir dengan memukulnya," papar KH Ahmad.

Kiai Ahmad merasa perlu untuk memberikan pendapat terkait dengan KDRT yang banyak dibicarakan di masyarakat. Terlebih hal tersebut menyangkut kekerasan dalam kehidupan rumah tangga yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Perkaranya, lanjut Kiai Ahmad, sifat memukul itu harus dipahami tidak boleh secara emosional. Suami diperbolehkan memukul istri merupakan tindakan terakhir dari tahapan peringatan yang sudah dilakukan. 

"Tindakan memukul ini pun dijelaskan secara detail hanya boleh dengan pukulan yang sangat ringan dalam rangka mendidik, seperti memukul dengan siwak (sikat gigi), sapu tangan, atau sekelasnya. Bukan pukulan kriminal seperti pukulan yang mematikan, mengakibatkan cacat permanen, luka berdarah atau patah tulang, membuat lebam, atau sangat menyakitkan. Demikian pula tidak boleh memukul wajah dan bagian-bagian tubuh yang membahayakan, tidak boleh memukul di luar rumah, tidak boleh memukul di satu bagian tubuh secara berulang-ulang," jelas Kiai Ahmad lagi.

Menurut Kiai Ahmad, jika tindakan pemukulan suami lebih dari yang diajarkan dalam Al-Qur'an, hal itu sudah masuk ranah KDRT. "Istri boleh bertindak dengan mengadukan kepada orang tua atau menempuh jalur hukum," pungkas dia. (RO/O-2)
 

Baca Juga

Dok. Kemendikbudristek

Sukses Selenggarakan IOI 2022, Indonesia Pimpin Pemulihan Pendidikan Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 06:32 WIB
IOI jadi salah satu bukti semangat global 90 negara peserta kompetisi bergengsi di bidang informatika guna mewujudkan masyarakat...
Antara

40,5 Juta Masyarakat Sudah Divaksinasi Booster

👤MGN 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:37 WIB
Sebanyak 6.178.179 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 8.423.560 petugas...
MI/ Tri Subarkah

Sinar Mas Agribusiness and Food Ajak Masyarakat Garap Kebun Belakang Rumah

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:27 WIB
Ia berharap proyek Safe Water Garden (SWG) bisa meningkatkan pendapatan dan kesehatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya