Rabu 19 Januari 2022, 21:20 WIB

Media Massa Perlu Temukan Model Bermedia yang Berkelanjutan untuk Bertahan 

Atikah Ishmah WInahyu | Humaniora
Media Massa Perlu Temukan Model Bermedia yang Berkelanjutan untuk Bertahan 

MI/Ramdani
Momen syukuran HUT ke-52 Media Indonesia

 

ERA digital mendorong tumbuhnya new media atau media baru yang menyajikan informasi melalui perangkat komunikasi yang terhubung dengan internet. Kemudahan untuk mengakses media baru rupanya membuat media konvensional yang sudah ada terlebih dahulu, mulai terdisrupsi. 

Sejumlah media cetak yang sempat berjaya di masanya, mengumumkan berhenti cetak. Menyikapi kondisi ini, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, media massa perlu menemukan model bermedia yang berkelanjutan dan membangun kemandirian relatif di hadapan platform digital global dalam menghadapi persaingan dengan media baru. 

“Dalam mendistribusikan berita, hendaknya tidak terlalu tergantung pada teknologi yang disediakan platform digital global. Karena teknologi selain memberikan kemudahan-kemudahan juga akan menggerus citra media di mata pembaca dan pengiklan. Lama-lama pembaca tidak bisa membedakan antara siapa yang memproduksi konten dan siapa yang menyebarkan (platform media sosial dan mesin pencari,” kata Agus kepada Media Indonesia, Rabu (19/1). 

“Selain itu, teknologi pendistribusian konten itu (SEO misalnya) mendorong media untuk berorientasi pada klikbait, sehingga akan menurunkan kualitas jurnalisme media,” imbuhnya. 

Baca juga : Tingkatkan Mutu SDM, UT Bekerjasama dengan Pemda Nias Barat

Agus menambahkan, dalam periklanan hendaknya media massa juga tidak terlalu tergantung pada teknologi-teknologi yang disediakan platform digital misalnya dalam konteks iklan programatik. Menurutnya, iklan programatik semakin menjauhkan media dengan pengiklan, dan menggerus pendapatan media. 

“Jangan sepenuhnya tergantung pada iklan programatik. Iklan programatik mendorong media untuk mengejar trafik sebesar-besarnya tanpa mengindahkan kualitas jurnalisme,” tuturnya. 

Agus pun berharap, media konvensional yang masih eksis, salah satunya Media Indonesia yang kini telah berusia 52 tahun, akan terus setia kepada khitah jurnalisme berkualitas. 

“Dalam jangka menengah dan panjang, hanya jurnalisme berkualitas yang bisa menyelamatkan masa depan media massa,” tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Ist

Evermos Raih Internasional 3G Championship Awards 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:59 WIB
Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada organisasi yang telah lebih jauh dalam mengimplementasikan program-program...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya