Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI

MEDIA Indonesia melalui unit usaha penerbitannya, Media Indonesia Publishing, meluncurkan buku Jurnal Kopi Nusantara saat acara Festival Kopi Nusantara di Kompleks Media Group Network, Jumat (3/2).
Peluncuran buku tersebut merupakan bagian dari tradisi penerbitan buku setiap hari ulang tahun (HUT) Media Indonesia.
Salah satu tim penyusun buku Jurnal Kopi Nusantara dari Media Indonesia Publishing, Iis Zatnika, menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil kurasi dari artikel-artikel di halaman Jurnal Kopi yang terbit setiap Minggu di Media Indonesia.
"Kita ingin mengabadikan tulisan-tulisan, foto-foto, desain grafis, yang bagus-bagus dari teman-teman dapur redaksi Media Indonesia," ungkap Iis saat acara peluncuran, kemarin.
Menurut Iis, tim penyusun cukup kebingungan menentukan tulisan-tulisan yang akan dimuat. "Semuanya bagus sebenarnya, tapi kita pilih beberapa tema yang dirasa paling pas," jelasnya.
Baca juga: Kopi Berselera Tinggi
Buku ini sendiri berupaya memotret keberadaan kopi dari hulu ke hilir dan aspek sustainability-nya. "Kita potret juga keberadaannya dari mulai petani, kedai kopi, sampai barista, serta seluruh ekosistem yang hadir di sana, termasuk kompetisi-kompetisinya," katanya.
Iis menyebut bahwa Media Indonesia punya keterikatan yang cukup baik dengan kopi. "Kita punya komitmen, menyelenggarakan festival kopi ini saja sudah lima tahun berturut-turut. Artinya komitmennya luar biasa, halaman jurnal kopi ini juga akan terus kita terbitkan," kata Iis.
Lebih jauh, lanjutnya, Media Indonesia percaya kopi melambangkan peradaban dan pertumbuhan bangsa.
"Ini bukan hanya ketika diseruput berasa sensasi dan aromanya, tapi di balik itu ada perjuangan para petani, keterampilan para barista, yang bisa sampai ke ajang internasional dan juara, hingga pertumbuhan UKM-nya," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) yang juga diplomat Indonesia, Bagas Hapsoro mengapresiasi kehadiran buku Jurnal Kopi Indonesia. "Buku ini luar biasa. Buku ini saya perhatikan sudah mengetahui arah kopi Indonesia itu ke mana," katanya.
Bagas menyampaikan bahwa masih banyak orang Indonesia tidak mengerti betapa kopi mempunyai nilai yang lebih besar dari sekadar ekonomi, termasuk memuat aspek kearifan lokal dan perlindungan lingkungan hidup.
"Direktur Pemberitaan Media Indonesia Ade Alawi menulis bahwa keanekaragaman dan keistimewaan kopi kita juga merupakan diplomasi bangsa. Saya hampir 40 tahun sebagai diplomat kementerian luar negeri. Di Kemenlu sudah ada kurikulum mengenai kopi untuk diplomat yang baru join," ungkapnya.
Yang ia perhatikan dari buku ini juga ialah perhatian kepada petani yang demikian besar. Hal tersebut sesuai misi Aski.
"Harapan saya dengan adanya buku ini jadi semacam kitab wajib, jangan baca dari luar. Soal data bisa diperbarui, tapi kalau sudah wartawan yang reliable, yang sudah punya kredensial, saya yakin dengan bahasa yang mudah dimengerti, lebih enak daripada yang bahasa trendi," katanya.
Aceng, barista train dan praktisi kopi, juga menyampaikan antuasiasmenya terhadap buku tersebut.
"Buat teman-teman yang masuk di dunia bisnis kopi bisa disempatkan untuk membaca Jurnal Kopi Nusantara. Materinya luar biasa, mudah dipahami, kata-katanya simpel," kata Aceng.
Ia menyebut buku ini memuat secara lengkap artikel kopi dari Sabang sampai Merauke. "Dari hulu sampai hilir, dari teknik penanaman, pemilihan benih, untuk teman-teman yang belum mengetahui teknik dan proses penanaman kopi, sampai di finishing, di kopi bisnisnya, itu ada semua," pungkasnya. (Ifa/OL-09)
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 bahwa kebun kopi terluas di Kalimantan berada di Kalbar yakni mencapai 12.000 hektare.
Dengan besarnya potensi kopi di Indonesia, terbukalah peluang pasar kopi. Itu menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Indonesia untuk berwirausaha di bidang perkopian.
Dari berbagai hasil survei dan data statistik yang ada, imbuhnya, minum kopi adalah tren yang menjamur di seluruh dunia.
Festival Pesona Kopi Agroforestry 2022 menyediakan fasilitas roasting untuk dipakai secara cuma-cuma dalam kegiatan Ekshibisi Kopi Roasting.
Dari 42 stan, diperkirakan ada sekitar 1.500 pengunjung selama tiga hari Festival Pesona Kopi Agroforestry, dengan nilai transaksi Rp800 juta sampai Rp1,2 miliar.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved