Selasa 28 Desember 2021, 23:55 WIB

Badan Bahasa Dorong Pengembangan Bahasa dan Sastra di Masa Pandemi

Faustinus Nua | Humaniora
Badan Bahasa Dorong Pengembangan Bahasa dan Sastra di Masa Pandemi

Dokpri
Kepala Badan Bahasa Endang Aminudin Aziz.

 

BADAN Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus berupaya melaksanakan berbagai program dan kegiatan sesuai dengan fungsi pengembangan, pelindungan, serta pembinaan bahasa dan sastra bagi masyarakat, di masa pandemi covid-19 sekalipun.

Pelaksanaan program, sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun lalu, selain dilaksanakan secara tatap muka juga dilakukan dengan memanfaatkan bantuan teknologi digital.

Untuk mengurangi risiko penyebaran virus covid-19, sejumlah kegiatan seperti diskusi daring, kuliah daring, serta webinar yang berkontribusi bagi masyarakat luas sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Bahasa dilaksanakan dengan metode hibrida atau daring sepenuhnya. Berbagai acara dikemas secara kreatif dan inovatif untuk menghasilkan semangat baru dalam berbahasa.

“Sepanjang bulan Oktober 2021, Badan Bahasa telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam bentuk festival, lomba, serta penghargaan kebahasaan, baik di pusat maupun di balai dan kantor bahasa di 30 provinsi untuk menyambut Bulan Bahasa dan Sastra (BBS),” kata Kepala Badan Bahasa, Endang Aminudin Aziz dalam acara Taklimat Media, Selasa (28/12).

Aneka keunikan dan kehebatan para pencinta bahasa dan sastra telah mereka tunjukkan dalam berbagai rangkaian kegiatan BBS 2021. Melalui acara Menjalin Indonesia, dari ujung paling barat sampai paling timur Indonesia, dapat disaksikan keanekaragaman kreativitas itu. Demikian pula rangkaian acara yang dikemas dalam tajuk acara festival, penilaian karya, pemilihan duta bahasa, gelar wicara, serta penghargaan kebahasaan dan kesastraan.

“Perayaan BBS tahun ini dilaksanakan penuh semangat dan semarak sebagai suntikan semangat dan kecintaan kepada tanah air dan bangsa Indonesia yang dipersatukan melalui bahasa Indonesia,” ujarnya

Di samping itu, sebagai upaya menyebarluaskan bahasa Indonesia sekaligus meningkatkan peran bahasa Indonesia di kancah Internasional, Badan Bahasa setiap tahunnya menyelenggarakan program fasilitasi pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

Sepanjang tahun 2021, sebanyak 10.730 pemelajar BIPA di 38 negara telah terfasilitasi melalui 279 penugasan tenaga pengajar BIPA di 204 lembaga. Angka tersebut jelas meningkat secara siginifikan jika dibandingkan catatan capaian tahun lalu sebanyak 221 penugasan di 23 negara, 89 lembaga, dan 8.854 pemelajar. Dari segi kebijakan, program BIPA untuk luar negeri tahun ini dilaksanakan melalui tiga skema, yaitu pengiriman pengajar dari Indonesia, penugasan tenaga pengajar lokal, dan pembelajaran jarak jauh secara daring.

“Tahun ini BIPA lebih banyak menggunakan guru yang merupakan mitra kami baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Para diaspora Indonesia memberi dukungan yang luar biasa dan difasilitasi oleh KBRI, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),” ungkap Kepala Badan.

Hal lain yang membedakan yakni adanya perbedaan pada bahan ajar BIPA. Tahun lalu, bahan ajar BIPA diproduksi di Indonesia, lalu dikirimkan ke luar negeri. Tahun ini, Badan Bahasa melibatkan komunitas lokal untuk masuk menjadi penyusun bahan ajar BIPA. “Sekarang bahan ajar BIPA lebih kontekstual,” lanjutnya. (H-2)

Baca Juga

Dok. Yupi

Kembangkan Kreativitas Generasi Muda, Yupi's Got Talent Kembali Digelar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:22 WIB
Berbeda dari tahun sebelumnya, Yupi’s Got Talent 2022 dikemas lebih menarik, salah satunya adanya “Yupiness...
Antara

166,4 Juta Masyarakat telah Divaksinasi Dosis Lengkap

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:59 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...
ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG

3 Provinsi Tujuan dan Asal Pemudik Alami Peningkatan Kasus Covid-19

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:57 WIB
"Beberapa provinsi yang menjadi tiga terbesar menjadi tujuan dan asal pemudik di antara 16 provinsi itu adalah DKI Jakarta, Banten dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya