Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah menyasar vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di SDN 1 Rimpak, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo dan di SDN 1 Lebak Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.
Kabinda Jawa Tengah, Brigjen TNI Sondi Siswanto, mengatakan, vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan untuk mencegah penularan virus COVID-19.
"Vaksinasi untuk anak sangat diperlukan utamanya untuk mencegah gejala berat dan kematian anak, serta mencegah penularan COVID-19 kepada anggota keluarga yang belum atau tidak dapat menerima vaksin," kata Sondi Siswanto, dalam keteranganya yang diterima Kamis, (16/12/2021).
Sondi menegaskan, vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun diberikan dosis jenis Sinovac. Kegiatan vaksinasi untuk anak akan terus dikejar untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada level SD sampai SMP.
"Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dilakukan setelah adanya izin penggunaan vaksin Sinovac dari BPOM untuk anak. Disamping itu, vaksinasi anak juga dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan PTM di level SD sampai SMP," tegasnya.
Vaksinasi ini diharapkan dapat membentuk kekebalan komunal untuk memutuskan rantai penyebaran virus COVID-19. Selain itu, vaksinasi door to door memudahkan masyarakat untuk mengakses masyarakat lansia dan difabel.
"Terselenggaranya vaksinasi ini, diharapkan dapat membentuk kekebalan komunal dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal seperti sebelum terjadinya pandemi. Selain vaksinasi anak, vaksinasi door to door juga lebih efektif dalam rangka menyisir masyarakat yang tidak mampu mengakses sentra vaksinasi terutama masyarakat lansia dan difabel," tutupnya. (OL-13)
Baca Juga: Kemenkes: Vaksinasi Anak untuk Cegah Gejala Berat dan Kematian
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved