Sabtu 04 Desember 2021, 18:45 WIB

Erupsi Gunung Semeru, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa 

Atalya Puspa | Humaniora
Erupsi Gunung Semeru, BNPB: Belum Ada Laporan Korban Jiwa 

Antara/Zabur karuru
Gunung Semeru

 

GUNUNG Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12) pukul 15.20 WIB. 

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, sebagai respon cepat dari adanya kejadian guguran awan panas tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para penambang untuk tidak beraktivitas di sepajang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan. 

"Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat," kata Abdul dalam keterangan resmi, Sabtu (4/12). 

Adapun, tim BPBD Kabupaten Lumajang saat ini tengah mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. 

"Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan visual Gunung Semeru masih tertutup kabut disertai hujan dengan intensitas sedang," ucap dia. 

Baca juga : BMKG Catat Terdapat Peningkatan Aktivitas Gempa pada November

Sementara itu kerugian materil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan. 

Sebagai informasi, kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. 

Selanjutnya, pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. 

"Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik," kata Abdul. 

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah. (OL-7)

Baca Juga

HO

Ukrida Perkuat Kerja Sama Dengan Ikatan Akuntan Indonesia

👤Widhoroso 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:33 WIB
KEMITRAAN strategis dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang terjalin selama ini menjadi panduan Ukrida dalam pengembangan Program...
ANTARA

Menkes Diminta Presiden Bahas Akhir Pandemi dengan WHO

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:13 WIB
Keputusan untuk mencabut kewajiban memakai masker harus menunggu arahan dari Kepala Negara yang didasarkan pada data dan fakta di lapangan,...
Ist

Prevalensi Narkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi Capai 3,2%

👤Faustinus Nua 🕔Senin 03 Oktober 2022, 16:21 WIB
Dari jumlah mahasiswa yang terpapar narkoba tersebut, tercatat sebanyak 13% mengalami...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya