Rabu 01 Desember 2021, 10:45 WIB

Empat Warga Kotabaru Meninggal Dunia Terdampak Pergerakan Tanah

Atalya Puspa | Humaniora
Empat Warga Kotabaru Meninggal Dunia Terdampak Pergerakan Tanah

MI/Supardji Rasban
Tanah gerak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2021)

 

SEBANYAK empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (29/11). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan bahwa fenomena pergerakan tanah itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, pendataan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per Selasa (30/11) pukul 19.15 WIB, sebanyak 125 warga terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Maradapan, setelah 32 rumah yang mereka tinggali mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah.

Sebagai upaya percepatan penanganan pergerakan tanah, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, Tagana, lintas instansi terkait, media dan relawan telah berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan kapal milik TNI AL dari Lanal Kotabaru.

Baca juga: Covid-19 Melemahkan Respon Terhadap AIDS, Ancaman Kematian Mengintai

"Pada operasi itu, Tim gabungan juga membawa bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan untuk kaji cepat, pendataan, evakuasi dan penanganan lebih lanjut. Adapun dalam upaya penanganan itu terdapat kendala yakni terbatasnya sinyal telekomunikasi dan akses untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui transportasi air dengan memakan waktu kurang lebih 7 sampai 13 jam," beber dia dalam keterangan resmi, Rabu (1/12).

Upaya percepatan penanganan bencana tersebut, kata dia, merupakan wujud dari apa yang menjadi komitmen dan arahan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M, bahwasanya negara harus hadir sesingkat-singkatnya di lokasi bencana untuk membantu meringankan beban warga terdampak dan memenuhi hak-haknya. Sebab, dalam penanggulangan bencana berlaku azas keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Abdul menyatakan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi di lokasi tersebut masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.

"Di samping itu, informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG menyebut bahwa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Ist

Protein Hewani Dinilai Paling Efektif Turunkan Risiko Stunting

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Hal ini dikarenakan protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam proses pertumbuhan...
PEMKOT BEKASI

Pemkot Bekasi Keluarkan Edaran Pencegahan Omikron

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:28 WIB
Di antaranya ialah dalam melakukan deteksi varian Omikron perlu memastikan semua spesimen kasus konfirmasi Covid-19 diperiksa dengan...
AMTARA/Hafidz Mubarak A

Kasus Positif Covid-19 Melonjak Dalam Beberapa Hari

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:02 WIB
Tanggal 22 dalam sehari bertambah kasus baru 3.205 orang, besoknya bertambah sebanyak 2.925 orang, kemudian tanggal 24 bertambah 2.927...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya