Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan defisit kompetensi digital harus segera diatasi dengan mengarahkan seluruh daya dan upaya melalui transformasi di bidang pendidikan di era digital ini.
"Untuk merealisasikannya harus menyesuaikan perkembangan peradaban dunia," ujarnya saat memberikan sambutan pada webinar bertema Peningkatan Literasi Digital Guru untuk Menghadapi Defisit Kompetensi Era Digital di Kabupaten Jepara, hari ini.
Menurut dia kemampuan literasi digital akan tercipta ketika setiap elemen mampu menjadi pembelajar, mampu beradaptasi, dan memiliki kemampuan dinamis untuk menciptakan inovasi.
Ia mencatat terdapat tiga hal penting dalam pembelajaran digital yang diterapkan secara jarak jauh, yakni kurikulum adaptif, kompetensi guru dan teknologi yang memadai.
Belajar dari masa pandemi, tambah Rerie sapaan akrab Lestari, dunia pendidikan menghadapi tugas lanjutan bagaimana merancang pembelajaran dengan menggunakan media digital. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru dan siswa.
Baca juga: Kemendikbudristek Apresiasi Guru Dan Siswa Pegiat Pembelajaran Berbasis TIK
Digitalisasi pendidikan menggunakan media teknologi dan informasi sangat penting karena mampu menyajikan materi secara kontekstual, visual, menarik, dan interaktif. Tetapi, pekerjaan rumah saat ini terkait pemerataan indeks daya saing digital dalam negeri.
Adaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi, tegas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, patut diletakkan dalam pemahaman menyeluruh tentang literasi digital karena membuat guru maupun murid mampu menjelajahi ragam pengetahuan terkini dan terdorong untuk meningkatkan kreativitas.
Melek digital, tambahnya, diharapkan mendorong guru untuk menciptakan platform belajar yang bijak berbasis nilai kearifan lokal.
Pada saat bersamaan, jelas Rerie, literasi digital mengajarkan sekaligus membentuk masyarakat berbasis digital yang bertujuan mengakhiri kesenjangan digital dan memperluas konsepsi digital. (OL-4)
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
RUU PPRT resmi jadi inisiatif DPR RI pada 12 Maret 2026. Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya UU PPRT untuk perlindungan pekerja dan kepastian hubungan kerja.
Lestari mengingatkan bahwa tantangan mudik tahun ini semakin kompleks, terutama dengan adanya ancaman krisis iklim yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Lestari Moerdijat soroti pentingnya kebijakan struktural bagi kesetaraan perempuan di IWD 2026. Simak data kesenjangan gender dan perlindungan perempuan terbaru.
Lestari Moerdijat dorong kolaborasi Kemenkes dan Kemendikdasmen untuk skrining kesehatan mental siswa guna atasi ancaman gangguan jiwa generasi muda.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved