Rabu 17 November 2021, 20:14 WIB

Cegah Dini Komplikasi Ginjal pada Pengidap Diabetes

Eni Kartinah | Humaniora
Cegah Dini Komplikasi Ginjal pada Pengidap Diabetes

Ist
Edukasi kesehatan bertema 'Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Diabetes' yang digelar secara daring oleh PT Kalbe Farma Tbk.

 

DIABETES dan hipertensi yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama gagal ginjal. Untuk mencegahnya, pasien diabetes harus melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan kadar gula darahnya. Pun demikian dengan pasien hipertensi, perlu menjaga tekanan darahnya agar terkendali.

“Pengendalian diabetes dan hipertensi seringkali memerlukan konsumsi obat dalam jangka lama. Hal ini sering membuat pasien khawatir, takut kalau minum obat terus ginjalnya bakal rusak. Itu tidak benar, justru kalau obatnya tidak diminum, diabetes dan hipertensinya tidak terkontrol, akan berujung pada gagal ginjal,” papar dokter konsultan gijal hipertensi dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH.

Penjelasan dr. Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, disampaikan pada edukasi kesehatan bertema “Cegah Dini Komplikasi Ginjal Pada Diabetes” yang digelar secara daring oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) untuk memperingati Hari Diabetes Sedunia, Selasa (16/11).

Pada kesempatan sama, dokter konsultan Endokrin-Metabolik-Diabetes, Prof. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, menjelaskan, deteksi diabetes sering kali terlambat, bahkan baru ketahuan ketika pasien sudah mengalami komplikasi. Hal itu karena di fase awal diabetes jarang menimbulkan gejala.

“Sering dikatakan, gejala diabetes adalah serin glapar, serin ghaus, dan banyak pipis. Itu memang benar. Tapi, ketika seseorang mengalami gejala tersebut, sebenarnys sudah sedikit terlambat. Dia sudah kena diabetes yang membuatnya harus mennjalani terapi untuk mengontrol gula darah seumur hidup,” papar Prof. Sidartawan.

Idealnya, paradigma di masyarakat harus diubah. Diabetes perlu dideteksi secara dini, dengan pemeriksaan screening secara berkala untuk mereka yang memiliki faktor risiko.

Faktor risiko tersebut antara lain memiliki orangtua atau saudara kandung yang mengidap diabetes, memiliki gaya hidup minim gerak (sedentary living), obesitas, merokok, dan pernah melahirkan bayi dengan berat 4 kg ke atas.

“Kalau punya faktor risiko tersebut, periksa berkala untuk mengetahui kadar gula darah. Kalau gula darahnya berada di kisaran prediabetes, itu masih bisa dicegah agar jangan sampai menjadi diabetes,” kata Prof. Sidar.

Adapun untuk mereka yang telanjur mengalami diabetes, lanjut Prof. Sidar, tidak perlu khawatir. Meski sebagian besar kasus diabetes tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol dengan menjalani pengobatan. Jika tidak terkontrol, komplikasi bakal terjadi, termasuk mengalami gagal ginjal.

Terkait Hari Diabetes Sedunia yang diperingati tiap 14 November, Roy Priady selaku Group Marketing Head dari PT Kalbe Farma Tbk mengungkapkan, Kalbe terus berupaya memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bahwa diabetes memiliki banyak dampak.

Bukan hanya beresiko menyebabkan kematian, tetapi juga penyebab disabilitas utama di dunia karena mengakibatkan berbagai macam komplikasi jika tidak di kontrol, salah satunya penyakit ginjal kronis.

“Kami terus mengadakan rangkaian program edukasi baik melalui platform radio, webinar hingga media sosial seperti Instagram dan facebook sepanjang bulan November ini untuk menginformasikan bahwa diabetes adalah penyakit yang dapat dikontrol, dan penurunan fungsi ginjal dapat diperlambat dengan pola hidup yang tepat,” terang Roy.

Mindo Fuji Gloria selaku Product Manager dari Kalbe menambahkan, untuk mendukung para pasien menjalankan aktivitasnya, Kalbe memberikan solusi nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi harian tanpa memperberat kerusakan ginjal pada pasien diabetes yaitu Nephrisol.

Nephrisol merupakan nutrisi oral pertama dan satu-satunya di Indonesia dan diakui BPOM memiliki kandungan protein terkontrol sehingga aman untuk mempertahankan fungsi ginjal pada orang yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal.

“Dan tahun ini, kami lakukan inovasi berupa reformulasi karbohidrat pada komposisi Nephrisol sehingga menjadi lebih aman pada orang dengan diabetes,” kata Mindo. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Ist

Evermos Raih Internasional 3G Championship Awards 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:59 WIB
Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada organisasi yang telah lebih jauh dalam mengimplementasikan program-program...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya