Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

2 Hari Makan Oat, Kolesterol Jahat Turun 10 Persen?

Thalatie K Yani
26/1/2026 09:41
2 Hari Makan Oat, Kolesterol Jahat Turun 10 Persen?
Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini gandum atau oat sering dianggap sebagai makanan sarapan biasa yang membosankan. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkap fakta mengejutkan. Konsumsi oat secara intensif selama dua hari dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan jantung dan metabolisme dalam waktu singkat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini fokus pada penderita sindrom metabolik. Sebuah kondisi yang ditandai dengan obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak sehat.

Metode Diet Oat Dua Hari

Dalam studi ini, 32 peserta diminta mengikuti rencana makan yang sangat ketat. Selama dua hari, mereka hampir tidak mengonsumsi apa pun kecuali bubur gandum (oatmeal). Setiap peserta mengonsumsi 300 gram oat per hari yang dimasak dengan air. Peserta hanya diizinkan menambah sedikit buah atau sayuran sebagai pendamping.

Hasilnya luar biasa. Meski durasinya sangat singkat, kelompok pemakan oat ini menunjukkan peningkatan profil kesehatan yang bertahan lama dibandingkan kelompok yang hanya mengurangi kalori tanpa oat.

"Kadar kolesterol LDL yang sangat berbahaya turun sebesar 10% bagi mereka, itu adalah pengurangan yang substansial, meskipun tidak sepenuhnya sebanding dengan efek obat-obatan modern," ujar Profesor Marie-Christine Simon, rekan penulis studi dari Institute of Nutritional and Food Science.

Selain penurunan kolesterol, peserta juga kehilangan berat badan rata-rata dua kilogram dan mengalami sedikit penurunan tekanan darah.

Rahasia di Balik Bakteri Usus

Mengapa efeknya begitu cepat? Para peneliti menemukan oat bekerja melalui sistem pencernaan dengan mengubah komposisi bakteri usus. Mikroba di dalam usus memecah bagian dari oat dan melepaskan produk sampingan yang bermanfaat.

"Kami berhasil mengidentifikasi konsumsi oatmeal meningkatkan jumlah bakteri tertentu dalam usus," jelas Linda Klümpen, penulis utama studi tersebut.

Bakteri ini memecah oat menjadi senyawa fenolik, seperti asam ferulat, yang menurut penelitian pada hewan memiliki efek positif pada metabolisme kolesterol. Selain itu, bakteri tersebut membantu mengurangi histidine, asam amino yang berkaitan dengan resistensi insulin, faktor utama pemicu diabetes tipe 2.

Intensitas adalah Kunci

Menariknya, peneliti juga menguji metode lain dengan memberikan 80 gram oat per hari selama enam minggu tanpa mengurangi kalori. Hasilnya ternyata jauh lebih kecil. Hal ini menunjukkan tubuh merespons lebih kuat terhadap perubahan intens dalam waktu singkat dibandingkan perubahan ringan jangka panjang.

Meskipun oat tidak dapat menggantikan peran obat-obatan sepenuhnya, Profesor Simon menyarankan diet berbasis oat dalam jangka pendek secara berkala bisa menjadi cara yang dapat ditoleransi tubuh untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Langkah penelitian selanjutnya adalah menguji apakah mengulangi diet dua hari ini setiap beberapa minggu dapat memberikan perlindungan kesehatan permanen bagi penderita penyakit metabolik. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya