Selasa 16 November 2021, 10:54 WIB

Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Bantu Kontrol Gula Darah

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Bantu Kontrol Gula Darah

ANTARA/Aditya Pradana Putra
Petugas mengecek kadar gula darah warga dalam layanan gratis memperingati Hari Diabetes Sedunia di Stasiun KA Tanah Abang, Jakarta.

 

DIABETES Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal itu ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang paling tinggi kenaikan angka prevalensinya saat ini dan merupakan 10 besar penyebab kematian di dunia (WHO 2016). Prevalensi penderitanya pun juga terus meningkat.

Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia meningkat dari 6,9% menjadi 8,5 % sementara prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.

Baca juga: Punya Riwayat Keluarga Diabetes? Cek Gula Darah Sebulan Sekali

Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit DM adalah sebagian besar (sekitar 3 di antara 4 orang) penderita DM tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit DM dan kurangya kesadaran klien terhadap kontrol berkala.

“Hasil survei diabetes pada orang sehat ternyata lebih dari 2/3 orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Artinya fenomena diabetes seperti fenomena gunung es, dimana yang menderita diabetes jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah diketahui diabetes,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan resmi, Selasa (16/11)

Sebelum jatuh menjadi diabetes, seseorang akan mengalami fase pradiabetes. Pada kondisi ini sebenarnya sudah ada tanda-tanda seseorang mengalami diabetes namun sering kali tidak disadari. 

Padahal, di tahap ini pasien masih masih bisa disembuhkan, namun karena ketidaktahuan terhadap gejala diabetes, hanya dibiarkan dan akhirnya sulit untuk dikendalikan.

“Prediabetes cikal bakal kencing manis. Kalau didiamkan saja 1/3 akan menjadi kencing manis dalam waktu 5 tahun, 1/3 tetap prediabetes, dan 1/3 lagi kembali normal. Prediabetes jadi waktu terbaik untuk mencegahnya jadi diabetes, karena bisa kembali normal,” sebut Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Tri Juli Edi T.

Penyakit diabetes tidak hanya disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Tapi, diabetes juga bisa terjadi karena keturunan. Artinya setiap orang berpotesi mengalami diabetes manakala diikuti dengan gaya hidup yang buruk seperti kurang aktivitas fisik, kegemukan, hipertensi, merokok, dan diet tidak seimbang.

Oleh karenanya, yang harus segera dilakukan agar fenomena ini tidak menimbulkan masalah yang semakin besar dan dampak yang luas adalah dengan menggaungkan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi terkena diabetes.

Cara ini jauh lebih efisien dan efektif untuk menangani pasien daripada saat mereka sudah jatuh sakit.

“Diabetes bukan hanya mengobati soal gula darah saja. Ada jauh yang lebih penting yakni memberikan layanan kesehatan kepada pasien diabetes mulai dari hulu sampai hilir. Hulu dengan aktif melakukan kegiatan promotif preventif sedangkan hilir melakukan upaya maksimal bagi pengobatan pasien. Jika hulunya sudah berjalan dengan baik, maka kita akan dapat menghemat cost yang sangat besar," terang Wamenkes.

Agar pengendalian diabetes di Tanah Air optimal, Kementerian Kesehatan bersama stakeholder terkait menyusun roadmap diabetes yang berisi program tematik untuk mengendalikan diabetes di Tanah Air. Roadmap ini diharapkan bisa segera direalisasikan.

Kemenkes juga aktif melakukan edukasi skrining rutin diabetes, edukasi diet rendah gula dan garam serta melakukan kampanye pola hidup bersih dan sehat melalui slogan PATUH dan CERDIK. 

Melalui kampanye masif ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes serta mengendalikan jumlah penderita diabetes di Indonesia.

“Kalau kita bisa melakukan acess to diabetes care lebih dini, harapan kita orang dengan diabetes bisa hidup normal, penyandang diabetes yang terkontrol diabetesnya bisa hidup lebih berkualitas dibandingkan mereka yang tidak terkendali diabetesnya,” pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Targetkan Akreditasi Internasional, UKI Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:24 WIB
Salah satu yang dilakukan UKI adalah memperkuat kolaborasi dan kerja sama dengan dunia...
Antara

Walhi: Pidato Kemerdekaan Presiden Minim Isu Pemulihan Lingkungan

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:22 WIB
Salah satu poin yang disorot dalam pidato Presiden Jokowi, yakni klaim energi bersih. Menurut Walhi, itu berbanding terbalik dengan masih...
ANTARA

Kemenag Targetkan Seluruh Guru Madrasah Terlatih Kurikulum Merdeka

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 13:17 WIB
"Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum, target tahun depan akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya