Minggu 07 November 2021, 16:25 WIB

Ribuan Nakes di Singapura Mundur, IDI: Tidak dengan Nakes Indonesia

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Ribuan Nakes di Singapura Mundur, IDI: Tidak dengan Nakes Indonesia

Antara
Pekerja memahat nama tenaga kesehatan yang gugur karena covid-19 di Monumen Gasibu, Bandung, Jawa Barat.

 

KETUA Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban turut menanggapi peristiwa mundurnya ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Singapura di tengah lonjakan kasus covid-19.

Dari ribuan nakes itu, nakes berkewarganegaraan asing yang mundur mencapai 500 orang. Pengunduran diri karena para nakes di Singapura mengalami kelelahan hebat sepanjang pandemi. Saat ini, jumlah kasus harian dan jumlah kasus baru mingguan di Singapura sedang tinggi-tingginya sehingga memenuhi rumah sakit. Bahkan, untuk cuti pun nakes tidak diperbolehkan.

"Sebagai warga asing yang mencari kerja di Singapura itu tujuannya untuk mencari uang sehingga harus seimbang antara income dengan risiko," katanya saat dihubungi, Minggu (7/11).

Ketika risiko terinfeksi covid-19 sedang tinggi, maka ada sebanyak 500 nakes asing merasa tidak seimbang karena itu mereka lebih memilih mengundurkan diri. Hal itu direspons pemerintah Singapura dengan memberikan kebijakan insentif hingga Rp40 juta.

Jika dibandingkan dengan kondisi Indonesia, kata Zubairi, kondisinya tentu berbeda dengan Indonesia. Saat ini kasus positif covid-19 di Indonesia sedang masa rendah-rendahnya. Selain itu, nakes Indonesia juga pantang mundur, meski dihadapi beban kerja yang sangat berat, pun banyak rekan sejawat mereka yang sudah gugur melawan pandemi covid-19.

Ketika puncak kasus terjadi di Juli 2021, kata Zubairi, tidak ada satupun dokter yang mundur. Mereka siap sedia melayani masyarakat, termasuk dalam menghadapi gelombang pandemi selanjutnya.

"Saya yakin telah terbukti berkali-kali wabah dan terakhir covid-19 tidak ada dokter Indonesia yang mengundurkan diri. Salut untuk tenaga kesehatan Indonesia," serunya.

Zubairi menegaskan, kegigihan dan semangat nakes itu perlu diapresiasi sebab, mereka memiliki pekerjaan dengan risiko tertular sangat tinggi. "Penghargaan bisa diberikan insentif dan harus disalurkan langsung ke tangan para nakes jangan ada keterlambatan atau penundaan," cetusnya. (H-2)

 

Baca Juga

Antara

108 Lembaga Pengelola Zakat Ilegal Bisa Merusak Kepercayaan Publik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:12 WIB
Temuan yang dirilis Kemenag tersebut dinilai kontraproduktif dengan upaya peningkatan kepercayaan publik kepada lembaga zakat di Tanah...
Ist

Permainan Kartu TentangKita Bantu Eratkan Hubungan dengan Orang Terdekat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:06 WIB
Tak hanya sekedar permainan kartu, TentangKita membantu membuka percakapan dan membangun waktu berkualitas bersama orang...
HO

Group Ride Perdana GFNY-IFG Life 2023 Digelar Di Kawasan PIK2

👤Widhoroso 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:00 WIB
AGENDA road to Gran Fondo New York (GFNY)-IFG Life yang akan berlangsung 17 September 2023, diawali dengan group ride di kawasan Pantai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya