Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA akan menyetop penjualan motor dan mobil konvensional atau berbahan bensin. Nantinya, kendaraan di Tanah Air akan beralih ke bahan bakar listrik.
Upaya ini guna mendukung transisi dari energi fosil ke energi terbarukan yang minim emisi dan ramah lingkungan untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) atau nol bersih emisi di 2060.
"Kita mendorong penggunaan kendaraan listrik dengan target menghentikan penjualan motor konvensional di 2040," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam webinar, Kamis (21/10).
Untuk penjualan mobil konvensional sendiri juga akan dihentikan di 2050, serta pemerintah mendorong penyediaan transportasi umum yang lebih masif di Indonesia.
Arifin menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk mengatasi isu-isu terkait akses energi, teknologi cerdas dan bersih, dan pembiayaan di sektor energi sebagai langkah-langkah dalam mendukung pencapaian target Paris Agreement, yaitu penurunan emisi gas rumah kaca pada 2030 sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan bantuan internasional.
"Aksi mitigasi yang berperan paling besar dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca di sektor energi adalah pengembangan energi baru terbarukan (EBT)," kata dia.
Baca juga : Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter, BMKG: Waspada
Dalam hal ini, Indonesia telah menyiapkan peta jalan transisi energi menuju Net Zero Emission untuk periode 2021 – 2060. Strategi yang akan dilakukan antara lain ialah pengembangan energi baru terbarukan secara masif.
"Lalu, penghentian pembangkit listrik tenaha fosil secara bertahap sesuai dengan umur pembangkit atau bisa lebih cepat atau early retirement dengan mekanisme yang tepat," kata Arifin.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan target Net Zero Emission bisa dicapai lebih cepat 10 tahun, yakni di 2050. Untuk mencapai target tersebut diperlukan berbagai macam dukungan. Misalnya ada international support, seperti dukungan dari negara berkembang untuk mencapai target itu, kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan ESDM Chrisnawan Anditya beberapa waktu lalu.
Komponen lain yang diperlukan dalam mencapai NZE di 2050 ialah dibutuhkan asumsi atau proyeksi yang terukur dalam berbagai bidang energi. Chrisnawan menghubungkan ini dengan strategi dalam pengembangan EBT, kelistrikan, pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), battery energy storage systems dan lainnya.
"Harus ada proyeksi kuat yang dibutuhkan, target yang ingin dicapai apa saja. Misalnya, dari demand kelistrikan, lalu pembangkit dengan batu bara yang bakal off. Apalagi (rencana) di 2050 sudah tidak ada lagi PLTU," jelasnya. (OL-2)
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Begitu juga yang lainnya, seperti konversi sepeda motor, baik menuju bahan bakar gas, khususnya CNG atau pun listrik.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
PLN telah menyediakan 4.769 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di 3.078 titik di seluruh Indonesia.
Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PLN memastikan kesiapan pasokan listrik di berbagai objek vital.
Proyek yang menyasar Pulau Gili Labak dan Pulau Pagerungan Kecil ini menjadi solusi nyata atas tantangan geografis dalam pemenuhan energi di daerah terpencil.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi sebagai strategi utama dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
Indef menilai pemerintah perlu segera mengaktifkan kembali insentif kendaraan listrik guna meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.
Dengan biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik jadi pilihan rasional di tengah potensi kenaikan harga BBM.
BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.
Ia menambahkan, agar manfaat program ini semakin optimal, dukungan kebijakan perlu diperluas dengan tidak hanya menyasar pada subsidi pembelian.
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved