Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Percepatan Transisi Motor Listrik Bisa Jadi Solusi di Tengah Ancaman Kenaikan Harga BBM

Rahmatul Fajri
02/4/2026 14:55
Percepatan Transisi Motor Listrik Bisa Jadi Solusi di Tengah Ancaman Kenaikan Harga BBM
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETEGANGAN geopolitik global yang terus meningkat berpotensi mendorong lonjakan harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini dinilai akan memberikan tekanan tambahan terhadap daya beli masyarakat dan biaya operasional sektor transportasi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Davigo, produsen motor listrik lokal, menilai situasi ini menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang yang lebih stabil dan efisien.

“Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan. Motor listrik jadi solusi untuk memutus ketergantungan itu,” ungkap General Manajemen Davigo Aprizal, Kamis (2/4/2026).

Davigo menyoroti kendaraan listrik menawarkan struktur biaya yang jauh lebih stabil daripada kendaraan berbahan bakar fosil. Dengan biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik jadi pilihan rasional di tengah potensi kenaikan harga BBM. "Ini menjadi semakin relevan bagi segmen produktif seperti pengemudi ojek online dan kurir logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya bahan bakar," katanya.

Aprizal menuturkan sebagai brand lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40% pada beberapa produknya, penguatan industri motor listrik nasional juga berdampak strategis pada ketahanan energi Indonesia. “Transisi ke kendaraan listrik bukan hanya mengenai lingkungan, tetapi juga soal kemandirian energi nasional dan stabilitas ekonomi,” tambah dia.

Dia menjelaskan motor listrik Davigo dilengkapi baterai lithium (NMC dan LFP) dan motor bertenaga 2.000 watt, dengan jarak tempuh lebih dari 160 km dalam satu kali pengisian dan terbukti menempuh perjalanan Jakarta-Bandung tanpa cas.

"Performa ini dinilai cukup untuk mendukung aktivitas harian hingga operasional intensif seperti layanan transportasi serta pengiriman," ujar dia.

Selain itu, lanjut Aprizal, Davigo juga menghadirkan skema kepemilikan fleksibel melalui program sewa milik (rent-to-own), yang memungkinkan pengguna memiliki motor listrik dengan biaya harian terjangkau. Pada sisi lain, dalam situasi global tidak menentu, Davigo mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik, termasuk kepastian insentif dan dukungan terhadap industri lokal.

“Kondisi saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan dukungan yang tepat, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap energi impor,” pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya