Selasa 19 Oktober 2021, 21:54 WIB

Sekilas Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW

Mediaindonesia.com | Humaniora
Sekilas Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad SAW

DOK Instagram NUonline_id.
Nabi Muhammad saw merupakan anak yatim piatu sejak kecil karena ditinggal ayah sejak dalam kandungan dan menyusul ibunya.

 

PADA Selasa (19/10), umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai utusan terakhir dari Allah untuk umat manusia. Dengan peringatan setiap tahun itu, diharapkan umat Islam selalu ingat dan paham tentang kisah perjalanan Nabi Muhammad saw.

Berikut sekilas sejarah kehidupan penting Nabi Muhammmad saw. Ini dikutip dari Instagram NUonline_id. 

Lahir

Beliau lahir di Mekkah, 12 Rabiul Awwal 53 sebelum Hijriah atau 29 Agustus 570 M. Nama Muhammad saw diberikan Allah kepada ibundanya, Sayyidah Aminah, dan kakeknya, Sayyid Abdul Muthalib, melalui malaikat dan isyarat mimpi.

Masa Kecil

Nabi Muhammad saw merupakan anak yatim piatu sejak kecil karena ditinggal ayah sejak dalam kandungan dan menyusul ibunya saat beliau berusia enam tahun. Usia delapan tahun, Nabi Muhammad saw mulai menggembala kambing. Ada tiga alasan yaitu untuk meringankan beban ekonomi pamannya, Abu Thalib, tidak butuh modal, dan senang berada di padang luas agar bebas merenung.

Baca juga: Ditanya tentang Hukum Maulid Nabi, Imam As-Sakhawi Jawab Begini

Masa Remaja

Usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw mengikuti Sayid Abu Thalib berdagang ke Syam. Nabi Muhammad saw mulai menjajakan dagangan Sayyidah Khadijah bersama Maisaroh, budak Sayyidah Khadijah, ke Syam. Dagangannya laku keras dan untung banyak. Usia 17 tahun, ia telah berdagang ke Yordania, Syam, Bahrain, Busra, Irak, Yaman, dan lainnya.

Dipersunting Sayyidah Khadijah

Usia 25 tahun, Nabi Muhammad saw menikah dengan Sayyidah Khadijah yang sudah berumur 40 tahun. Pernikahan keduanya berlangsung sekitar 25 tahun hingga Sayyidah Khadijah wafat. Kecintaan Sayyidah Khadijah kepada Nabi Muhammad saw karena kepribadiannya yang sempurna, secara lahir dan batin.

Menerima Wahyu Pertama

Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama kali pada usia 40 tahun, tepatnya pada 17 Ramadhan 13 SH/6 Agustus 610 M. Nabi Muhammad saw menerima wahyu secara bertahap selama 23 tahun hingga wafat.

Mendakwahkan Islam di Mekkah

Pada awalnya, Nabi Muhammad saw mendakwahkan Islam secara diam-diam dengan mengajak keluarga dan
saudara-saudaranya. Setelah mulai terang-terangan, Nabi Muhammad saw mulai mengalami berbagai gangguan, tantangan, tentangan, pendustaan, pengusiran, bahkan upaya pembunuhan. Nabi Muhammad saw menekankan dua sisi kepercayaan, yakni keesaan Allah mengingat kepercayaan masyarakat setempat menyembah banyak berhala dan kepercayaan kepada hari akhirat.

Baca juga: Pandangan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani tentang Hukum Maulid Nabi

Hijrah ke Madinah

Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah pada 2 Rabiul Awwal tahun ke-13 kenabian atau bertepatan
dengan 20 Juli 622 M. Tujuan hijrah bukan sekadar menghindari ancaman penindasan kaum kafir, melainkan juga menyelamatkan dan menyebarkan Islam di wilayah Arab lain. Di samping jarak yang jauh, perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw juga berat karena terus diburu kaum kafir.

Pilihan Madinah sebagai tempat hijrah karena penduduknya sudah berbaiat masuk Islam, ramah, memiliki pengalaman berperang, ada hubungan darah Nabi dengan Bani Najjar sebagai penduduk Madinah, dan letak Madinah yang strategis. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Korea Foundation

Korea Foundation akan Gelar Seri Kuliah Post Human & Art

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:42 WIB
Kuliah itu dirancang untuk memotivasi ide dan wacana baru tentang seni rupa di era pasca-manusia dengan mengundang para ahli, seperti...
MI/Tosiani

Tradisi Sansankudo di Pernikahan Niciren Shoshu

👤Tosiani 🕔Senin 06 Desember 2021, 10:45 WIB
"Arak tersebut diminum tiga kali tegukan. Hal ini melambangkan kesatuan badan, pikiran, dan jiwa dalam...
DOK KEMENSOS

HDI 2021, Kikis Hambatan Disabilitas untuk Melangkah Maju

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 10:20 WIB
Dalam sambutan peringatan HDI 2021, Menteri Sosial Tri Rismaharini berharap bahwa Indonesia dapat mendorong kelompok disabilitas untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya