Jumat 15 Oktober 2021, 10:20 WIB

1000 Warga Adat di Lebak Banten Akan Divaksinasi

Faustinus Nua | Humaniora
1000 Warga Adat di Lebak Banten Akan Divaksinasi

ANTARA / MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS
VAKSINASI SUKU BADUY DALAM: Warga Baduy menunjukkan kartu vaksin covid-19 di Ciboleger, Lebak, Banten, Kamis (14/10)

 

PANDEMI covid-19 telah memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat, tidak terkecuali bagi masyarakat adat. Masyarakat adat merupakan kelompok yang dianggap rentan terhadap penularan covid-19 karena interaksi mereka dengan orang- orang yang kerap keluar-masuk ke lingkungan mereka.

Lantas, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memastikan agar masyarakat atau komunitas adat serta generasi penerusnya, mampu bertahan dari pandemi. Sehingga mereka bisa beraktivitas khususnya dalam menjaga wilayah adat.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan, bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tergabung dalam Tim Koordinasi layanan advokasi bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME dan masyarakat adat akan melakukan vaksinasi bagi sejumlah 1000 warga adat di Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Sjamsul Hadi, selaku Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kemendikbud-Ristek, inisiatif pemberian vaksin untuk masyarakat adat dipersiapkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah terkait, dan LSM. Dalam pelaksanaan vaksinasi masyarakat adat, semua pihak saling bekerja sama seperti Pemerintah Kabupaten Lebak, Mandalawangi, Persatuan Urang Baduy (PUB), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Pemberian vaksin bagi masyarakat adat mendapat respon yang positif dari berbagai pihak terkait," kata Sjamsul dalam keterangannya, Jumat (15/10).

Kegiatan vaksinasi kepada masyarakat adat diharapkan dapat memutus rantai dan mencegah penyebaran covid-19. Hal itu merupakan salah satu upaya pemenuhan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dapat membuka akses kesehatan bagi seluruh masyarakat adat di Indonesia.

Selain pemberian vaksin, juga dilakukan sejumlah aksi seperti penanaman bibit pohon dan juga penyerahan sarana penunjang kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan hingga vitamin, serta penunjang pendidikan bagi masyarakat adat.(H-1)

Baca Juga

Amiriyandi/Kominfo

Indonesia Terima 698.090 Vaksin dari Pemerintah Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 18:45 WIB
Jumlah vaksin yang hadir di Indonesia adalah sekitar 288,6 juta dosis dengan berbagai...
Antara

Presiden Minta Daerah Percepat Vaksinasi Covid-19

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 18:38 WIB
Menurut Kepala Negara, percepatan vaksinasi di daerah berperan penting untuk mendukung target vaksinasi covid-19 nasional hingga akhir...
ANTARA/HO-BNPT.

Maulid Nabi Teladani Rasulullah dengan Perilaku Bangun Persatuan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:36 WIB
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan momentum untuk meneladani, menghayati, dan memuliakan Rasulullah dengan berperilaku dalam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya