Selasa 12 Oktober 2021, 12:37 WIB

Kemendikbud-Ristek Salurkan Bantuan Kuota Data Internet untuk 26,6 juta Penerima

Faustinus Nua | Humaniora
Kemendikbud-Ristek Salurkan Bantuan Kuota Data Internet untuk 26,6 juta Penerima

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR.

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) kembali menyalurkan bantuan kuota data internet kepada 26,6 juta pendidik dan peserta didik di periode Oktober 2021.

Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang masih dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Bantuan kuota data internet kembali disalurkan di bulan Oktober ini kepada sejumlah 26,6 juta penerima untuk menunjang pembelajaran baik bagi yang sudah PTM terbatas, maupun yang masih PJJ," ungkap Menteri (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim di Jakarta dalam keterangannya, Selasa (12/9).

Pada periode Oktober 2021, bantuan kuota data disalurkan ke nomor 24,9 juta peserta didik jenjang PAUD hingga pendidikan tinggi serta 1,73 juta pendidik jenjang PAUD hingga pendidikan tinggi.

"Kuota data disalurkan kepada nomor-nomor ponsel yang telah berhasil diverifikasi dan divalidasi sehingga dipastikan akan menerima bantuan," jelas Nadiem.

Sebelumnya, Nadiem menjelaskan, pada September 2021, bahwa Kemendikbud-Ristek telah menyalurkan bantuan data kuota internet kepada 24,4 juta pengguna.

"Bulan ini ada penambahan kuota sebanyak 2,2 juta penerima dibanding pada September lalu, karena ada pemutakhiran nomor ponsel yang sudah diverifikasi dan divalidasi," ungkapnya.

Keseluruhan bantuan kuota data internet di tahun 2021 merupakan kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi kecuali yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan yang tercantum pada situs resmi bantuan kuota data internet Kemendikbudristek: http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id.

“Jangan mudah terpancing informasi tidak benar yang beredar. Informasi tepercaya hanya dikeluarkan oleh portal atau media sosial resmi Kemendikbudristek,” pesan Nadiem.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) M. Hasan Chabibie mengingatkan agar kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi dapat memutakhirkan data nomor ponsel peserta didik dan pendidik pada sistem data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti).

Serta, tidak lupa mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) pada portal http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id untuk PAUD, pendidikan dasar dan menengah, atau http://kuotadikti.kemdikbud.go.id untuk jenjang pendidikan tinggi.

"Agar semua peserta didik dan tenaga pendidik mendapatkan bantuan data kuota internet ini, kami harap kepala sekolah dan pimpinan pendidikan tinggi dapat memutakhirkan data nomor ponsel pada Dapodik dan PDDikti, agar semua warga pada satuan pendidikan dapat menerima bantuan ini,” terang Hasan Chabibie.

Sebelumnya, pada September 2021, Kemendikbud-Ristek telah menyalurkan bantuan data kuota internet kepada 24,4 juta pengguna.

“Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap oleh penyedia jasanya pada setiap tanggal 11 sampai 15 pada bulan September, Oktober, dan November 2021, dengan masa berlaku selama 30 hari sejak kuota data diterima,” tutup Kapusdatin.(Van/OL-09)

Baca Juga

AFP/GIUSEPPE CACACE

Madame Tussauds Buka Cabang Di Dubai

👤Widhoroso 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 00:19 WIB
MUSEUM patung lilin terkenal di dunia, Madame Tussauds membuka cabang di Dubai, Uni Emirat...
Medcom

Pemerintah Daerah Perlu Gencarkan Edukasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:44 WIB
Pemerintah daerah perlu menggencarkan edukasi mengenai mitigasi bencana hidrometeorologi kepada...
Dok. Pribadi

Tiga Dosen UNJ ini Berikan Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Kepada Guru TK 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:21 WIB
Pelatihan kepada para guru itu diharapkan memberikan informasi dan keahlian penting yang berkaitan tentang bagaimana melaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya