Minggu 26 September 2021, 16:30 WIB

Epidemolog UI : Antisipasi Peningkatan Kasus pada Natal dan Tahun Baru

Indriyani Astuti | Humaniora
Epidemolog UI : Antisipasi Peningkatan Kasus pada Natal dan Tahun Baru

ANTARA/BUDI CANDRA SETYA
Tenaga medis memeriksa kesehatan pengunjung yang akan menerima vaksin covid-19 di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/9/2021).

 

Epidemolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan bahwa mempertahankan situasi pandemi covid-19 agar tetap terkendali, tidak mudah. Ia mengakui, angka kasus positif covid-19 menurun, tetapi ada potensi kenaikan kembali pada libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022.

"Fase ini paling berat. Kalau bisa mempertahankan situasi sampai Januari 2022 sudah cukup luar biasa karena ada tantangan liburan natal dan tahun baru," ujarnya dalam diskusi rilis hasil survei nasional bertajuk "Evaluasi Publik terhadap Penanganan Pandemi, Pemulihan Ekonomi, dan Demokrasi" oleh Indikator Politik Indonesia, Minggu (26/9).

Baca juga: FSGI Minta Pemda Tidak Gelar PTM Terbatas untuk PAUD, TK, dan SD

Menurut Pandu, penanganan pandemi tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, masyarakat dan pemerintah di daerah turut berperan dalam menjaga situasi tetap terkendali. Ia menilai kebijakan yang telah dilakukan di Pulau Jawa dan Bali berupa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan berbagai level, cukup efektif diterapkan dan mulai diimplementasikan di daerah luar Pulau Jawa dan Bali.

"Penanganan pandemi tidak bisa per provinsi tapi harus nasional, kunci keberhasilan karena kesatuan gerak secara nasional," ucapnya.

Pandu mendorong agar cakupan vaksinasi diperluas. Selain itu, kebijakan yang mewajibkan vaksinasi dan negatif dari virus Covid-19 ketika masyarakat berkegiatan di tempat publik, menurutnya perlu terus diterapkan seiring dengan pelonggaran PPKM. PPKM dengan berbagai level, ujar Pandu, perlu terus diterapkan selama pandemi belum berakhir.

Sementara itu, hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia yang melibatkan 1200 responden menunjukkan, 74,7% tahu Indonesia mengalami penurunan kasus positif covid-19 dan mayoritas dari mereka atau 91,8% mengetahui adanya PPKM. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan dari 1200 responden, 51,4% setuju dengan kebijakan PPKM darurat. Sedangkan 45,1% tidak setuju.

Responden, ujar dia, menilai PPKM berhasil mengurangi tingkat kasus dan kematian sekitar 60,3% masyarakat percaya akan hal itu. Tetapi 64,2% masyarakat tidak setuju jika PPKM diperpanjang karena faktor ekonomi. Mereka yang menolak perpanjangan PPKM, terang Burhanuddin, kebanyakan menggantungkan penghasilan dari upah harian atau tidak punya pendapatan tetap.

"Mereka mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menerapkan PPKM, tapi menolak PPKM diperpanjang karena (pemerintah) tidak mampu kebutuhan nafkah masyarakat terutama kelas menengah ke bawah," ucapnya. (H-3)

Baca Juga

Ist/Hotel Savero

Savero Hotels Group Berkontribusi pada Progam SMK Pusat Keunggulan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:14 WIB
Savero Hotels Group ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dalam program SMK Pusat Keunggulan bekerja sama...
Ist

Pemerintah Berupaya Buka Kembali Pintu Ibadah Umroh

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:07 WIB
Salah satu hal teknis tersebut adalah upaya sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi serupa yang dimiliki pemerintah Arab...
Antara

Harapan Sandiaga, Pesantren Bisa Hasilkan Pengusaha Kelas Dunia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:06 WIB
Menparekraf optimistis harapan tersebut dapat terwujud. Mengingat, para santri semakin terhubung dengan dunia luar lewat jaringan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya