Rabu 22 September 2021, 17:41 WIB

Kemendikbudristek Luncurkan Program Ayo Kursus

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemendikbudristek Luncurkan Program Ayo Kursus

MI/Ardi Teristi Hardi
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Program Ayo Kursus yang terintegrasi dengan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

‘’Melalui program ini, Kemendikbudristek memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mengikuti kursus dan pelatihan selama 100 jam hingga 400 jam pembelajaran dengan bantuan pemerintah. Dengan berbagai jenisketerampilan sesuai kebutuhan dan minat mereka di daerahmasing-masing,’’ ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (22/9)

Dia menambahkan program itru diperuntukkan bagi masyarakat yang berusia di bawah 25 tahun yang tidak sedang sekolah atau kuliah, tidak sedang bekerja, diutamakan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), tidak sedang terdaftar sebagai penerima Kartu Prakerja, dan tidak sedang terdaftar sebagai peserta didik pendidikan kecakapan kerja (PKK) dan program kecakapan wirausaha (PKW)

Program tersebut, lanjut Wikan, dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengangguran di Tanah Air, terutama pada masa pandemi. Selain itu, juga dikarenakan berkurangnya masa praktek siswa SMK sehingga membutuhkan peningkatan keterampilan setelah lulus.

Baca juga : Puan: Sekolah Jangan Memaksakan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Peserta didik yang lulus SMA/SMK atau masyarakat umum, dikhawatirkan akan menganggur ganda, tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan tidak bekerja. Serta perlu solusi untuk menjaga kualitas SDM selama pandemi berlangsung.

‘’Program PKK dan PKW tersedia namun diharapkan bisa menjangkau sasaran yang lebih strategis dan tepat sasaran,’’ terang dia.

Melalui Program Ayo Kursus, calon peserta didik dapat memilih mengembangkan keahlian sesuai minat dan bakatnya dalam waktu yang lebih pendek dari pendidikan formal.

‘’Program ini telah terintegrasi dengan lembaga penerima program PKK dan PKW yang berpengalaman dalam memberikan layanan pendidikan nonformal,’’ kata Wikan lagi.

Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, mengatakan target pada 2021 yakni sebanyak 20.000 peserta didik program PKK dengan anggaran sebesar Rp81 miliar dan 4.500 peserta didik program PKW dengan anggaran sebesar Rp29,3 miliar.

‘’Kuota tersebut merupakan sisa kuota program PKK dan PKW. Kami menargetkan dapat meningkat pada 2022,’’ kata Wartanto. (Ant/OL-2)

 

Baca Juga

Dok. Bumame farmasi

Bumame Farmasi Ikut Jaga Protokol Kesehatan di Indonesia Badminton Festival 2021. 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:44 WIB
"Menjadi bagian dari perhelatan kompetisi badminton skala internasional yang melibatkan banyak atlet-atlet kelas dunia, kami...
Dok. Pribadi

PDUI dan Le Minerale Lanjutan Kemitraan Promosikan Pola Hidup Sehat

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:37 WIB
Marketing Director Le Minerale Febri Hutama mengatakan, kemitraan strategis itu selaras dengan visi dan komitmen Le Minerale untuk mengajak...
Dok. Pribadi

UNESCO dan Balai Konservasi Borobudur Luncurkan Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur  

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur menjadi sangat penting, karena adanya keberadaan Candi Borobudur yang tercatat dalam daftar Warisan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya