Selasa 14 September 2021, 20:54 WIB

MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Uang untuk Majukan Ekonomi Umat

Haufan Hasyim Salengke | Humaniora
MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Uang untuk Majukan Ekonomi Umat

Ist
Peresmian Gerakan Wakaf Uang MUI yang dilaksanakan Lembaga Wakaf MUI dan pemangku kepentingan ekonomi syariah, di Gedung MUI, Selasa (14/9).

 

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan Gerakan Wakaf Uang MUI, sebagai tindak lanjut dari Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang diluncurkan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia awal tahun ini.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Miftahul Akhyar bersama Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Muhammad Nuh meresmikan Gerakan Wakaf Uang MUI yang dilaksanakan Lembaga Wakaf MUI bersama pemangku kepentingan ekonomi syariah, di Gedung MUI, Selasa (14/9). 

MUI bersama BWI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Kadin DKI Jakarta, LinkAja, dan CMNP Group menandatangani dukungan gerakan wakaf  Gerakan Wakaf Uang MUI.

MUI mendukung GNWU yang dicanangkan pemerintah untuk mengembangkan dana sosial Islam produktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gerakan Wakaf Uang MUI mengusung tema "Wakaf Uang untuk Gerakan Dakwah dan Penguatan Ekonomi Umat". 

Miftachul Akhyar menyatakan bahwa gerakan serta kesadaran wakaf di Indonesia masih agak tertinggal. Padahal amaliah wakaf sudah banyak dicontohkan oleh sahabat sejak masa Nabi Muhammad.

“Keberhasilan gerakan wakaf tidak hanya bertumpu pada kuasa pemerintah, tetapi perlu adanya kontribusi serta dukungan penuh dari masyarakat. Karena wakaf merupakan gerakan untuk mencapai kesejahteraan bersama,” tegas Ketua MUI.

“Masjid, pesantren dan Madrasah merupakan aset wakaf yang sangat penting. Dengan adanya gerakan wakaf yang diusung oleh MUI serta BWI merupakan bukti konkret pengabdian kepada masyarakat hadirnya penyuluhan mengenai wakaf tersebut,” kata Miftachul Akhyar.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur, itu menambahkan, meski terdapat khilafiyah mengenai kebolehan wakaf manqulat (barang tukar/benda bergerak) di kalangan ulama klasik, namun pada masa sekarang wakaf manqulat yang dalam arti ini wakaf uang bisa menjadi sangat dibutuhkan.

Terkait wakaf, tentu saja perbedaan situasi dan kondisi yang terjadi pada masa lalu dan sekarang.

Ketua BWI Muhammad Nuh menyebutkan wakaf harus mengubah yang 'intangible aseet' menjadi 'tangible asset' dari 'tangible' menjadi 'real asset' dan kemudian menjadi 'real power'.

"Wakaf untuk kesejahteraan, kualitas dakwah, kemartabatan umat," ujar Nuh.

Dengan kondisi masyarakat Indonesia yang mayoritas merupakan pemeluk agama Islam, Ketum MUI mengatakan akan membuat perputaran pusat perekonomian negara berada di tangan muslim.
Pusat perputaran ekonomi itu juga terkait produsen maupun konsumen.

“Wakaf memiliki potensi yang besar untuk memajukan kesejahteraan sosial di Indonesia. Memang pada dasarnya fisik uang akan sirna tetapi manfaat dari uang yang diwakafkan tersebut akan abadi dirasakan oleh umat,” jelasnya.

Miftahul Anwar  mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk mendukung program wakaf yang diselenggarakan oleh MUI dan BWI. Tujuannya, agar terus semakin berkembang dan dapat diterima manfaatnya bagi masyarakat luas.

“Nilai wakaf yang abadi dan akan terus memberikan manfaat tanpa batas, wajib didukung oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sosial bersama,” tegasnya.

Gerakan Wakaf Uang MUI juga berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 telah meningkatkan jumlah penduduk miskin dan melahirkan warga miskin baru (misbar). 

Pandemi covid-19 juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya ekonomi kerakyatan dan ekonomi umat. Sekitar 83 persen usaha mikro, kecil, dan menengah terdampak negatif pandemi.

"Wakaf uang yang dikelola LWMUI bersama mitra akan diproduktifkan pada sektor-sektor ekonomi produktif, yang manfaatnya untuk gerakan dakwah dan sosial," ungkap Ketua LWMUI, Lukmanul Hakim.

Lukmanul yang juga Ketua MUI Bidang Ekonomi menjelaskan literasi wakaf, khususnya wakaf uang  masih rendah. Gerakan Wakaf Uang MUI merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi wakaf untuk masyarakat.

Potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Namun instrumen keuangan sosial Islam ini belum dikembangkan optimal. Potensi zakat misalnya dari Rp200 triliun per tahun baru terkelola sekitar 5%. Begitu juga potensi aset wakaf yang mencapai Rp2.000 triliun dan potensi wakaf uang Rp188 triliun per tahun belum dikelola dengan baik.

MUI menjadi motor gerakan wakaf uang dengan mengoptimalkan jaringan MUI secara nasional hingga tingkat desa/kelurahan, bersama mitra-mitra strategis penggerak ekonomi syariah untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
 
"Wakaf uang produktif dapat mengatasi berbagai persoalan umat, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan umat," papar Lukmanul Hakim. (RO/OL-09)

Baca Juga

AFP/SAM PANTHAKY

Bahaya Kehamilan pada Pernikahan Anak bisa Menyebabkan Kematian

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 17 September 2021, 15:15 WIB
Karena banyak perkawinan anak dan banyak kehamilan pada usia anak maka stunting juga akan...
Antara

Jumlah Penerima KIP Kuliah pada 2022 Diusulkan Bertambah

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 17 September 2021, 15:08 WIB
Saat ini, usulan penambahan target penerima KIP Kuliah beserta anggarannya tengah dibahas Kemendikburistek bersama Kemenkeu dan...
ANTARA/HO-Humas PKB/am.

Kang Maman: Beragama dan Bernegara dalam Satu Napas NKRI

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 14:43 WIB
Beragama dan bernegara dalam konsep NKRI memang harus memiliki satu napas, bahwa orang yang memiliki komitmen keagamaan yang kuat, ia pasti...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya