Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Dharma Bakti Lestari makin optimistis usulan agar Ratu Kalinyamat diangkat sebagai pahlawan nasional bakal diterima pemerintah. Keyakinan ini menyusul tambahan enam buku sebagai bukti primer yang menceritakan jejak penguasa Jepara pada abad awal 16 itu.
Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Yayasan Dharma Bakti Lestari, Prof. Ratno Lukito menyatakan pihaknya sudah 2,5 tahun melakukan riset mengenai jejak dan kiprah Ratu Kalinyamat. Sehingga tambahan enam buku terbaru menambah keyakinan bahwa usulan pemberian gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat bakal disetujui.
"Tahun pertama kami dapatkan tiga buku yang berhubungan dengan Ratu Kalinyamat dari Portugis. Akan tetapi saat itu tak cukup karena di dokumen itu tidak dijelaskan hal-hal fundamental tentang Kalinyamat kecuali hanya disebutkan wanita pemberani dan ratu dari Jepara. Tidak dijelaskan mengenai prestasi-prestasi yang diraih Kalinyamat," katanya usai diskusi pakar tentang Ratu Kalinyamat yang dipandu Wakil Ketua MPR, Rerie Moerdijat di Hotel Tentrem, Semarang, Sabtu (11/9).
Karena itu, jelas Ratno, di awal riset, pihaknya belum bisa menjawab pertanyaan dari pemerintah apakah Kalinyamat itu bukan mitos. Juga, apakah prestasi-prestasi Kalinyamat didukung oleh penemuan-penemuan akademik.
Untuk memperkuat bukti, pihaknya kemudian bekerja sama dengan mitra dari Universitas Lisboa dan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi doktor di universitas tersebut. "Dari situ dapat tambahan enam buku yang menggambarkan lebih detail Ratu Kalinyamat," katanya.
Tim Riset Ratu Kalinyamat saat ini menemukan setidaknya delapan sumber primer dari para penulis Portugal (Portugis), yakni Franscisco Pares, Diogo da Couto, Faria e Sousa, Afondo de Noronha, Martins a El Ray, Surat Raja Sebastian untuk Gubernur Noronha, Jorge de Lemos, Documentacao Para A Historia Das Missoes Do Padroado Portugues Do Orientae Insulinda Vol. 4 (1568-1579). Dengan tambahan bukti primer buku tersebut, Ratno menyatakan Yayasan Dharma Bakti Lestari saat ini sudah nyaman untuk mengajukan usulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.
Enam buku tersebut dikatakan ditemukan di gereja-gereja karena pada saat itu kehadiran Portugis di Indonesia juga berkaitan dengan aktivitas misionaris. "Jadi, delapan buku itu secara autentik menyebutkan prestasi Ratu Kalinmayat. Di Indonesia buku-buku tersebut malah tidak ada. Ini jadi modal utama ajukan Ratu Kalinyamat sebagau pahlawan nasional ke pemerintah," katanya.
Di tempat sama, Presiden Direktur Institute for Maritime Studies Dr. Connie Rahakundini Bakrie menyatakan eksistensi Ratu Kalinyamat kala itu bukan hanya di Jepara dan sekitarnya, melainkan bisa melakukan aliansi kekuatan dengan armada lautnya hingga Aceh dan Maluku. "Dia mampu membangun industri maritim, membangun galangan kapal dan militer," katanya.
Dalam konteks politik saat ini, katanya, kiprah Ratu Kalinyamat sejalan dengan kebijakan pemerintah Joko Widodo yang ingin membangun poros maritim. "Kami mendorong pemerintah memberi gelar Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional," katanya.
Sedanagkan Rektor Unisnu Jepara Dr. Sa'adulah Assa'idi menyatakan dari bukti-bukti yang ada menegaskan bahwa Ratu Kalinyamat nyata. "Kalau ada yang bertanya apakah Ratu Kalinyamat itu mitos atau sejarah, itu sejarah. Ratu Kalinyamat itu penguasa sekaligus tokoh maritim," katanya. (OL-15)
PEMERINTAH Kota Semarang terus mendorong pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Bersenjata kepada Tuan Rondahaim Saragih pada 10 November 2025.
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
Berbagai langkah kreatif harus terus diupayakan dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki bangsa ini kepada generasi penerus.
Upaya untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat kepada generasi muda merupakan pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.
Gambaran sendratari Ratu Kalinyamat yang dibawakan merupakan bentuk penghormatan masyarakat Kabupaten Jepara atas semangat perjuangan Ratu Kalinyamat melawan bangsa Portugis.
CERITA ini dimulai dengan tingkah gadis kecil yang suka hal baru, selalu ingin tahu, kritis, dan cerdas. Sengaja tidak diperkenalkan nama gadis itu sedari awal.
GELAR Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat merupakan buah dari kolaborasi kuat semua pihak yang berjuang tanpa lelah untuk mengangkat nilai-nilai perjuangan Ratu Jepara itu.
Sepak terjang Ratu Kalinyamat sebagai pejuang anti-kolonialisme harus menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved