Selasa 07 September 2021, 15:51 WIB

80% Pernikahan Dini di Jawa Timur akibat Kecelakaan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
80% Pernikahan Dini di Jawa Timur akibat Kecelakaan

DOK Pribadi.
Ilustrasi.

 

PROGRAM KB Nasional mengalami dinamika yang luar biasa. Keberhasilan menurunkan total fertility rate (TFR) dan laju pertumbuhan penduduk (LPP) sudah diakui secara nasional dan internasional.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo mengatakan Indonesia menjadi rujukan dunia dalam bidang kependudukan. Penghargaan internasional Population Award yang diterima Presiden merupakan bentuk pegakuan dunia internasional atas keberhasilan program KB. Indonesia menjadi proyek percontohan bagi negara-negara lain untuk menjalankan program KB di negaranya masing-masing.

Hasto juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas yang telah dicapai oleh Provinsi Jawa Timur. "Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Jawa Timur dan jajarannya yang telah begitu peduli terhadap perkembangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Nasiona (Bangga Kencana)," kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (7/9).

"Bu Gubernur sudah memimpin Jawa Timur dengan baik, karena TFR di Jawa Timur untuk seluruh Pulau Jawa relatif terjaga dengan baik. Bahkan angkanya sekarang ini 1,9 lebih sedikit," tambahnya.

Oleh karena itu, sekali lagi pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, apalagi Gubernur juga sudah memberikan komitmen yang besar untuk pencegahan perkawinan usia anak dengan membuat surat edaran sosialisasi pentingnya mencegah perkawinan dini. "Jawa Timur yang dengan total TFR-nya sudah di bawah 2, tentu kami berharap akan menjadi leading di dalam program percepatan penurunan stunting. Ini karena untuk penurunan TFR sudah tidak sebesar di provinsi lain," jelasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan tingginya angka nikah usia dini di Jawa Timur pada bulan kedua saat dirinya mendapat mandat. "Di beberapa kabupaten yang angka nikah dini usianya menurut saya masih harus didorong untuk diturunkan. Ternyata hampir 80% pernikahan terjadinya karena MBA (married by accident)," paparnya.

Data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan angka nikah dini di wilayah itu terbilang cukup tinggi saat ini. Berdasarkan data Dispensasi Nikah di wilayah itu, hampir 80% pernikahan dini terjadi akibat accident atau kehamilan yang mendahului.

Baca juga: Ancaman Varian Mu, Pemerintah Tak Gegabah Turunkan Level PPKM

"Kehamilan yang mendahului menyebabkan terjadi unwanted pragnancy, lalu terjadi pula unwanted children. Bagaimana kita bisa melakukan penanganan masalah ini secara komprehensif, termasuk di dalamnya Dispensasi Nikah," pungkas Khofifah. (OL-14)

Baca Juga

DOK Daop 5 Purwokerto

Penumpang Kereta Api Masih Diwajibkan Bermasker

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:52 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan kepada para pelanggan bahwa masker tetap wajib digunakan selama berada di stasiun dan perjalanan...
Dok Universitas Mercu Buana (UMB).

UMB Penerima Terbanyak Dana Hibah Penelitian LLDIKTI III

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:46 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi peguruan tinggi swasta yang terbanyak menerima dana hibah penelitian 2022 di Lembaga Layanan...
Bahauddin/MCH

Pemerintah Kebut Vaksinasi Jemaah Haji

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:40 WIB
Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah terus kebut vaksinasi covid-19 jemaah haji untuk memenuhi syarat yang diwajibkan oleh Pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya