Senin 30 Agustus 2021, 22:08 WIB

Program Changing Diabetes in Children Jalin Kemitraan di Indonesia

Eni Kartinah | Humaniora
Program Changing Diabetes in Children Jalin Kemitraan di Indonesia

Ist
Kegiatan peluncuran program Changing Diabetes® in Children di Indonesia, pada Seni (30/8).

 

Pada hari ini atau Senin (30/8), Indonesia bergabung dalam Changing Diabetes® in Children, sebuah program kemitraan global yang memberikan bantuan terhadap anak dan remaja dengan diabetes tipe-1 di Indonesia.
 
Diabetes tipe-1 adalah penyakit kronis yang serius dan sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan.

Dalam waktu 10 tahun terakhir, prevalensi DMT1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat, dari 3,88 per 100 juta penduduk pada tahun 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada tahun 2010 .

Karena tingginya angka underdiagnosis (pasien yang tidak terdiagnosis) dan misdiagnosis (pasien dengan hasil diagnosis yang salah), angka pasti prevalensi DMT1 pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang sudah ada.

Namun, dengan melakukan diagnosis dan penanganan secara dini, diabetes pada anak-anak dapat dikelola dengan baik dan inilah yang menjadi tujuan ini menjadi pendorong utama dalam program kemitraan global Changing Diabetes® in Children.

Misi utama program ini adalah mencegah kematian pada anak yang diakibatkan diabetes dan Indonesia pada hari ini mengambil langkah untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Novo Nordisk, dan mitra globalnya menargetkan untuk menjangkau 3.000 anak dan remaja dengan diabetes dalam rencana tahap pertama program ini, dengan memanfaatkan 20 klinik dengan fasilitas kesehatan yang ditingkatkan.

Selain itu, dibantu oleh 1.000 tenaga kesehatan terlatih yang akan menyediakan perawatan dan penanganan anak dan remaja dengan diabetes.

Pada kegiatan peluncuran program Changing Diabetes® in Children di Indonesia, Senin (30/8), Menteri Kesehatan (Menkes)  Budi Gunadi Sadikin mengatakan, “Program Changing Diabetes® in Children adalah program kemitraan antara pemerintah dan mitra swasta dalam upaya mencegah dan mengendalikan kasus diabetes di Indonesia terutama diabetes pada anak-anak."

“Pada 25 Juni 2021, Kementerian Kesehatan RI telah menandatangani kerjasama dengan PT Novo Nordisk, yang merupakan mitra strategis dari Pemerintah Denmark sebagai implementasi dari nota kesepahaman antara Indonesia dan Denmark,” kata Menkes.

 Budi menambahkan, “Program Changing Diabetes® in Children merupakan salah satu program kolaboratif untuk meningkatkan akses terhadap penanganan pasien dengan diabetes, terutama diabetes pada anak, melalui edukasi, pencegahan dan kuratif."

"Diabetes sering dilihat sebagai penyakit yang di derita oleh orang dewasa, padahal faktanya diabetes juda dialami oleh anak-anak dan remaja." jelasnya 

“Kementerian Kesehatan RI mendorong seluruh pihak, termasuk pihak swasta, komunitas, dan media untuk berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian diabetes melitus." ujacp Menkes.

"Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan sehingga seluruh kebijakan dapat mendukung permasalahan tersebut.” 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), menyampaikan, “Pada tahun 2018, jumlah populasi anak di Indonesia diperkirakan mencapai 79 juta2. "

Meski demikian,  kata Prof.Aman, IDAI mencatat hanya 1.249 anak Indonesia yang terdiagnosis dengan DMT1 selama periode 2017-2019. Penanganan diabetes tipe-1 harus komprehensif. Salah satu permasalahan yang kita hadapi terkait diabetes adalah data.

"Bersama dengan Novo Nordisk, kita akan membuat sistem registrasi melalui aplikasi. Aplikasi ini akan meliputi sistem registrasi, edukasi, rekomendasi pengobatan dan monitoring," katanya.

"Saya meyakini jika kita bisa membuat apliaksi yang komprehensif, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki sistem yang tepat bagi anak-anak dengan DMT1 dan membantu tiap aspek penanganannya,” papar Prof.Aman. 

Perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan DMT1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat.

"Sayangnya, prognosis diabetes tipe-1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin. Kenyataannya, masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatannya,” jelasnya.

Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen menjelaskan, “Indonesia dan Denmark merupakan mitra bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan penanganan diabetes sesuai dengan kebijakan dan target pemerintah serta asosiasi kesehatan di Indonesia."

"Kami meyakini bahwa Changing Diabetes® in Children tak hanya mendorong kesadaran masyarakat, tetapi juga membantu pasien mengatasi penyakit mereka dan mengurangi risiko komplikasi dan beban pengobatan pada sistem perawatan kesehatan," ujar Dubes Denmark.

"Dengan jaringan luas Novo Nordisk dan mitranya, serta pengalaman bertahun-tahun, komitmen, dan ambisi jangka panjang kami dalam memerangi diabetes, kami berharap inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak penderita diabetes tipe-1 di Indonesia,” kata H.E.Lars Bo Larsen.

Novo Nordisk Indonesia bersama mitra globalnya akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan IDAI untuk meningkatkan komponen-komponen seperti: (1) peningkatan infrastruktur kesehatan yang sudah ada; (2) pelatihan dan pendidikan tenaga kesehatan dan pendidik diabetes.

Sementara itu, (3) penyediaan peralatan dan perlengkapan pemantauan glukosa darah; (4) edukasi pasien untuk anak dan keluarganya; (5) sistem registrasi pasien; dan (6) pemahaman dan advokasi.

Steering Committee Changing Diabetes® in Children, Cem Ozenc mengatakan, “Target kami dalam Changing Diabetes® in Children adalah menjangkau 100.000 anak-anak dan remaja penderita diabetes tipe-1 pada tahun 2030."

"Bersama dengan mitra global, kami telah menjangkau 15 negara dan kami senang bahwa Indonesia telah bergabung dengan kami sebagai negara ke-16. Hal ini merupakan  komitmen yang sangat kuat dari Novo Nordisk dan tanggung jawab sosial kami untuk memastikan agar anak-anak ini dapat menjalani hidup dengan lebih baik,” jelas Cem Ozenc.

“Melalui kemitraan kami dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan IDAI, kami akan mulai menjangkau anak-anak rentan yang memiliki diabetes tipe-1 di seluruh Indonesia,” tambah Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty.

“Kami juga ingin berterima kasih kepada Roche, International Society of Pediatric and Adolescent Diabetes (ISPAD), dan World Diabetes Foundation (WDF) yang telah menjadi mitra global kami dengan visi yang sama, yaitu mencegah kematian anak akibat diabetes," jelasnya.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Roche di Indonesia untuk terus membantu menyelesaikan masalah diabetes dan memberikan berkontribusi untuk masyarakat,” tegas Anand. (Nik/OL-09)

Baca Juga

freepik

Ini Lima Cara Ajak Anak Sukai Ilmu Pengetahuan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 05 Desember 2021, 08:45 WIB
Pembelajaran STEM dapat membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan di industri 4.0 yang mendorong lebih...
Medcom

Risiko ODHA Terinfeksi Covid-19 Sama dengan Orang Lain

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 05 Desember 2021, 07:45 WIB
Walau begitu, dapat terjadi peningkatan risiko lebih tinggi atau lebih mudah terinfeksi jika ODHA belum mencapai tahap supresi virus...
Ilustrasi

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 

👤M. Iqbal Al MAchmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:45 WIB
Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya