Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisioner Komisi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan selama pandemi masih banyak siswa yang berhenti sekolah dengan alasan menikah hingga kecanduan gadget.
"Kebanyakan sekolah tidak mengetahui alasan siswanya berhenti sekolah tapi kami mendapatkan data bahwa ada 119 kasus anak menikah sehingga putus sekolah kemudian juga ada di 2021 sebanyak 33 kasus," kata Retno dalam Rakornas KPAI Persiapan PTM dan Program Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Berbasis Sentra Sekolah," Senin (30/8).
Selain itu, lanjut Retno, anak yang putus sekolah karena bekerja ada namun angkanya tidak sebanyak anak putus sekolah karena menikah. Sayangnya dirinya tidak merinci jumlah anak yang putus sekolah karena bekerja.
Baca juga: Tahap Ke-45, Sebanyak 9,2 Juta Vaksin Tiba di Tanah Air
Retno juga mengungkapkan ditemukan anak yang putus sekolah karena kecanduan gadget. Karena menjalani rehabilitasi membuat anak untuk cuti/ berhenti sekolah sementara.
"Di tahun 2021 kami juga menemukan anak-anak terpaksa putus sekolah karena kecanduan gadget dan game online," ucapnya.
Padahal sekolah sendiri masih menerapkan pembelajaran secara daring, sehingga anak-anak tersebut memilih cuti tidak melanjutkan sekolah dulu.
"Ini adalah hal-hal yang kami pertanyakan permasalahan kaitannya dengan masa pandemi ini," pungkasnya. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Kewajiban kita memastikan seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman,”
Unpad EdEx juga telah meresmikan kerja sama perdana dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia.
DINAS Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengabaikan Instruksi Wali Kota Nomor 12 Tahun 2023 tentang pengendalian pencemaran udara dengan tidak menerapkan PJJ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved