Senin 30 Agustus 2021, 13:54 WIB

Bangun Komunikasi Orangtua dengan Guru untuk Sukseskan Belajar Tatap Muka

Mediaindonesia.com | Humaniora
Bangun Komunikasi Orangtua dengan Guru untuk Sukseskan Belajar Tatap Muka

MI/Ramdani.
Siswa kelas 7 menggunakan buku pelajaran sekolah elektronik dari telepon seluler di SMP 245, Petukangan, Jakarta, Senin (30/8).

 

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) di masa pandemi menuntut kerja sama yang baik antara guru dan pengelola sekolah dengan orangtua murid. Pada Senin (30/8) sejumlah 610 sekolah di DKI Jakarta melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Di kawasan sekolah, para guru dan pengelola sekolah menjadi penanggung jawab pelaksanaan belajar mengajar dengan protokol kesehatan yang ketat. Namun, di rumah, dalam perjalanan berangkat dan pulang sekolah keselamatan siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua murid," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8).

Menurut Lestari, dalam pelaksanaan PTM di masa pandemi covid-19 perlu dipikirkan langkah yang tepat untuk memastikan keamanan siswa saat berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, keterbukaan setiap keluarga terhadap guru dan pengelola sekolah juga harus ditingkatkan. 

Sebagai misal, jelas Rerie, bila ada anggota keluarga yang terpapar covid-19 bisa segera diinformasikan kepada guru, agar siswa yang berstatus kontak erat dari keluarga yang terpapar covid-19 tersebut tidak perlu berangkat ke sekolah. Komunikasi yang baik antara orangtua dan guru, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, bisa juga dimanfaatkan untuk memperluas cakupan vaksinasi covid-19 bila ada keluarga yang belum mendapatkan vaksin covid-19.

Baca juga: Akui tak Mampu Prediksi Varian Pandemi ke depan, ini Antisipasi Luhut

Berbagai upaya dalam membangun komunikasi yang baik antara orangtua murid dan guru, tegas Rerie, harus terus dilakukan secara konsisten agar pelaksanaan PTM di masa pandemi bisa berjalan sesuai dengan rencana. Jadi, ujar Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah itu, pelaksanaan PTM bukan berarti tanggung jawab orangtua berkurang, tetapi justru harus lebih intensif dalam mengawasi putra-putri mereka. Berbagai upaya tersebut, jelas Rerie, merupakan bagian dari upaya adaptasi untuk menekan potensi learning loss yang mengancam para siswa di masa pandemi ini. (OL-14)

Baca Juga

MI/ Susanto

Eijkman: Varian Baru Dikhawatirkan Pengaruhi Efektivitas Vaksin

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
vaksin Merah-Putih yang dikembangkan Eijkman memasuki tahap uji pra-klinis di...
Dok.TNE

TNE Jembatani Pendidikan Indonesia dan Inggris

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
Indonesia adalah salah satu negara prioritas yang mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris untuk mengembangkan kerja sama...
AFP

Strategi Badan POM Percepat Kemandirian Vaksin Merah Putih

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:45 WIB
Kemandirian dalam produksi vaksinasi dan obat yang harus dibangun salah satunya melalui penelitian dan menjadikannya sebagai satu sentral...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya