Senin 30 Agustus 2021, 13:07 WIB

Ini Tips Panduan Isolasi Mandiri Tanpa Panik

Eni Kartinah | Humaniora
Ini Tips Panduan Isolasi Mandiri Tanpa Panik

Ist
Instagram Live dengan tema “A-Z Tips Isoman Antipanik”..

 

DI tengah pandemi Covid-19, mereka yang terpapar dengan kondisi atau gelaj ringan dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Namun banyak dari mereka yang melakukan isolasi mendiri (isoman) tak begitu banyak mengetahui apa yang harus dilakukan.

Bahkan saat positif Covid-19 dan dianjurkan melakukan isoman, mereke langsung diliputi rasa panik. Tampaknya tips kali bisa membantu bagi mereka yang melakukan isoman. 

Good Doctor bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengadakan Instagram Live dengan tema “A-Z Tips Isoman Antipanik”..

Dalam keterangan pers, Senin (30/8), Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia (GDTI), dr. Adhiatma Gunawan menyatakan, meskipun saat ini kasus Covid-19 mulai menurun, kewaspadaan tetap harus dilakukan, mengingat pandemi belum sepenuhnya berakhir. 

Program vaksinasi Covid-19 masih terus ditingkatkan oleh pemerintah dengan melibatkan banyak instansi termasuk swasta. Mewakili HIPPINDO, Svida Alisjahbana, CEO GCM Group meneguhkan komitmen Hippindo dalam mendukung program vaksinasi Covid-19.

“Hippindo saat ini membuka sentra-sentra vaksinasi di seluruh Pulau jawa dan rencananya juga luar pulau Jawa, bekerja sama dengan Good Doctor,” jelas Svida yang juga aktif sebagai relawan di sentra vaksinasi Serviam yang mengadakan sentra vaksinasi keliling di seluruh Jakarta.

Rencananya sentra vaksinasi Serviam juga akan menjangkau wilayah Indonesia Timur. 

Guna memutus penularan Covid-19, salah satu protokol wajib bagi individu yang tertular atau positif Covid-19 tanpa gejala, gejala ringan, maupun sedang, wajib menjalani isolasi mandiri.

Good Doctor selaku penyedia layanan kesehatan berbasis teknologi, sudah mengeluarkan Panduan Isolasi Mandiri yang sangat lengkap dan masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah.

“Panduan sudah sangat lengkap, dikurasi oleh dokter, dan selalu kita perbarui dengan perkembangan terbaru. Selama isolasi mandiri pasien disarankan tetap terhubung dengan tenaga medis, melalui telemedicine,” ungkap dr Adhiatma.

Sementara itu dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD, dokter yang berpraktik di aplikasi GoodDoctor membenarkan, bahwa isolasi mandiri harus dilakukan dengan benar agar efektif.

Persiapan yang harus dilakukan selama isolasi mandiri, baik untuk pasien tanpa gejala (10 hari isolasi mandiri) maupun bergejala ringan-sedang (10+3 hari), adalah logistik dan medis. 

“Ingat, isoman perlu waktu cukup lama. Tidak bisa dilakukan tanpa persiapan. Pertama, siapkan kebutuhan pokok seperti makan, minum, cuci baju, dan lain-lain. Pemeriksaan medis jangan dilupakan," jelasnya. 

"Periksa saturasi, suhu tubuh, dan tanda-tanda vital lainnya. Berkonsultasilah ke dokter, terutama bagi yang mengalami gejala. Bila sulit konsultasi ke rumah sakit, bisa manfaatkan telekonsultasi seperti Good Doctor,” jelas dr. Jeff.

Saat isoman, sebaiknya isolasi sendiri, tidak serumah dengan anggota keluarga yang lain. Tapi bila terpaksa tetap serumah, sebisa mungkin harus terpisah. Kalau bisa menggunakan kamar mandi berbeda. Disarankan memang ke tempat isolasi terpusat. Ini lebih baik daripada tinggal dengan keluarga, karena mereka berisiko terpapar virus.

Ditambahkan dr. Jeff, sebenarnya yang boleh isoman adalah mereka yang tidak bergejala atau bergejala ringan.

“Mereka yang bergejala sedang, jadi tidak cuma demam atau batuk ringan, tapi juga ada napas berat atau sesak, apalagi bila disertai penurunan saturasi oksigen (<93%), sebaiknya diperiksakan ke rumah sakit. 

Apa itu gejala sedang? Gejala sedang adalah perbatasan antara gejala ringan ke berat. Pada pasien seperti ini, bila dilakukan foto toraks biasanya sudah ada gambaran infeksi paru sehingga harus dirawat di rumah sakit. Karena, kalau sudah ada pneumonia perlu terapi yang lebih agresif, yang diberikan via infus, dan pemantauan pun harus lebih ketat.

Sindrom pelana kuda Covid-19 dan komorbid penyakit kronis

Menurut dr. Jeff ada tiga fase Covid-19 dan sindrom pelana kuda, yaitu fase pertama, fase pulmonary, dan fase badai sitokin. Intinya, pengobatan harus dilakukan agresif sebelum masuk fase dua atau fase pulmonary, apalagi sampai masuk ke fase tiga atau badai sitokin.

Terlebih pada orang dengan komorbid penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi dan lansia, di mana risiko kematian meningkat enam kali lipat.

“Komorbid adalah salah satu indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Terlebih bila komorbidnya lebih dari dua penyakit maka dianjurkan untuk dirawat seperti pasien COVID gejala sedang. Namun, orang dengan komorbid boleh isoman bila kondisinya terkontrol dengan obat rutin,” jelas dr. Jeff.

Selama isoman, orang dengan komorbid disarankan tetap rutin minum obatnya dan memantau saturasi oksigen. Lansia biasanya minum banyak obat atau polifarmasi sehingga perlu dipantau oleh dokter berkaitan dengan obat yang harus dilanjutkan, obat yang perlu dihentikan dulu sementara, dan obat yang dosisnya perlu disesuaikan atau diganti. 

Pada pasien diabetes misalnya, biasanya kadar gula darah naik karena Covid-19, sehingga memerlukan injeksi insulin.  Bila minum polifarmasi, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Bila sulit ke rumah sakit, manfaatkan telemedicine seperti GoodDoctor.

Obat dan suplemen yang harus disiapkan

Persediaan obat selama isoman biasanya menjadi perhatian pasien. Menurut dr. Jeff, sekarang banyak sekali tersedia paket isoman, dikemas dalam boks dan dilengkapi daftar obat beserta dosisnya.

“Kita harus kritis dan tahu, apa saja isinya. Jangan cuma terima paket dan langsung minum obatnya. Di dalam paket banyak sekali obat, bisa belasan,” jelasnya.

Berikut panduan mengonsumsi obat selama isoman:

Pertama, cocokkan obat dengan daftarnya. Cek diri sendiri, kita masuk kategori mana: OTG, ringan, sedang, atau berat? Setelah itu cek pedoman yang sudah disusun, antra lain bisa dilihat di Panduan Isolasi Mandiri dari GoodDoctor. Untuk gejala ringan obatnya lebih sederhana, cukup vitamin C, D, zinc, juga vitamin B dan E. 

Obat tambahan—biasanya antivirus (favipiravir), dan mungkin juga antibiotik. Namun harus ada indikasinya, dan biasanya ditemukan oleh dokter/nakes. Untuk antibiotik, indikasinya yaitu infeksi sekunder, biasanya oleh bakteri H. influenza atau Strepococcus.

Kedua bakteri ini sering menjadi infeksi oportunistik pasien Covid. Kalau ada tanda infeksi bakteri ini, apalagi ada tanda atipikal/tidak khas, boleh diberikan antibiotik, biasanya azithromycin. 

Kalau ada gejala batuk, dahak diperiksa dulu dengan pemeriksaan lab apus, apakah ada kuman infeksi sekunder.

Untuk gejala berat juga diperlukan antivirus, dan bisa dipertimbangkan antikoagulan (pengencer darah). Ini harus berdasarkan pertimbangan dokter, jangan konsumsi sendiri.

Untuk gejala berat, diperlukan steroid. Biasanya jika ada penurunan saturasi oksigen, sehingga perlu oksigen. Namun ada salah kaprah. Di dalam paket isoman terdapat steroid tablet, padahal yang dianjurkan adalah steroid infus/IV, bukan yang tablet. Untuk steroid tablet, bukti ilmiahnya untuk Covid-19 belum jelas.

Hindari pemakaian obat yang harus dengan penilaian dokter. Biar tidak bingung, wajib dipantau oleh dokter, bisa melalui telemedicine.

Untuk memudahkan masyarakat menjalani isolasi mandiri, Good Doctor memiliki e-book panduan isolasi mandiri yang bisa diakses melalui akun Instagram Good Doctor  https://www.gooddoctor.co.id/hidup-sehat/covid-19/panduan-isolasi-mandiri-covid-19-2/. Aplikasi GoodDoctor juga melayani pendaftaran vaksinasi Covid-19. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Dok Kemenag RI

Kemenag Salurkan Bantuan Penanggulangan Covid-19 untuk 1.000 Pesantren dan 269 Madrasah

👤Siswantini Suryandari 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:54 WIB
Kementerian Agama menyalurkan paket bantuan penanggulangan Covid-19 kepada 1.000 pesantren dan 269 madrasah senilai Rp31,7...
Ist

Panitia Perayaan Natal Nasional 2021 Bantu Korban Erupsi Semeru 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:44 WIB
Panitia Perayaan Natal Nasional 2021 membantu saudara-saudara di Lumajang yang terdampak erupsi gunung Semeru melalui kegiatan aksi...
ANTARA/Aswaddy Hamid

Dua tersangka Kasus Kayu Ilegal di Luwu Segera Disidangkan

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:38 WIB
Kasus berawal dari penangkapan saat Operasi Gabungan oleh Balai Gakkum Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah I Makassar Oktober...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya