Rabu 25 Agustus 2021, 21:13 WIB

Penderita Hipertensi di Kanada dan Peru paling Rendah

Mediaindonesia.com | Humaniora
Penderita Hipertensi di Kanada dan Peru paling Rendah

AFP/Chaideer Mahyuddin.
Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah masyarakat sebelum memberikan vaksin Sinovac di pusat vaksinasi di Banda Aceh.

 

KANADA dan Peru memiliki proporsi tekanan darah tinggi (hipertensi) terendah di antara orang dewasa pada 2019. Sekitar 1 dari 4 orang yang hidup dengan kondisi tersebut.

Itu merupakan teman tim internasional dari Non-Communicable Disease Risk Factor Collaboration (NCD-RisC) yang menganalisis data dari lebih dari 1.200 penelitian nasional yang mencakup hampir setiap negara di dunia. Dalam analisis yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet tersebut juga dijelaskan bahwa Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Swiss, Spanyol, dan Inggris memiliki tingkat hipertensi terendah pada wanita--kurang dari 24%. 

Eritrea, Bangladesh, Ethiopia, dan Kepulauan Solomon memiliki tingkat terendah pada pria kurang dari 25%.
Di ujung lain, lebih dari separuh wanita di Paraguay dan Tuvalu menderita hipertensi. Lebih dari setengah pria di Argentina, Paraguay, dan Tajikistan juga memiliki kondisi tersebut.

Penulis penelitian mengatakan itu menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan diagnosis tekanan darah tinggi dan akses ke pengobatan. Kurang dari satu dari empat wanita dan satu dari lima pria secara global dirawat karena kondisi mereka itu.

Robert Storey, profesor Kardiologi di University of Sheffield, mengatakan covid-19 telah mengalihkan perhatian pemerintah dari realitas hipertensi. "Pandemi penyakit kardiovaskular kurang mendapat perhatian dalam 18 bulan terakhir tetapi mencerminkan tren dunia dalam pilihan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi lemak tinggi, gula, garam, dan alkohol, gaya hidup sedentary dengan menghindari olahraga, dan merokok," kata Storey yang tidak terlibat dalam studi, Rabu (25/8).

Baca juga: Jumlah Orang dengan Hipertensi Naik Dua Kali Lipat

"Sangat penting bahwa praktik terbaik dalam kebijakan pemerintah diadopsi oleh semua negara untuk menghindari bom waktu berupa penyakit jantung dan stroke." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

Awas, Yang belum Divaksin Jangan Harap Bisa Jalan-Jalan saat Nataru 2022

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 06 Desember 2021, 22:20 WIB
PEMERINTAH memutuskan untuk membatasi kegiatan masyarakat pada periode libur Natal dan tahun baru (Nataru)...
Kemendikbud-Ristek

Kemendikbud-Ristek Lantik Rektor Undana

👤Faustinus Nua 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:50 WIB
Kemendikbud-Ristek kembali melantik Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) dan sejumlah pejabat lainnya secara luring pada Senin...
DOK Kemendikbudristek

Kemendikbudristek Hadirkan Kembali Program Bangkit Pada 2022

👤Widhoroso 🕔Senin 06 Desember 2021, 21:48 WIB
(Kemenikbudristek) berkolaborasi dengan Google berkomitmen menghadirkan kembali Program Bangkit pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya