Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN polusi udara bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga berdampak terhadap aspek-aspek lain termasuk produktivitas masyarakat dalam sektor ekonomi.
Atas pertimbangan tersebut, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mengatakan, pengendalian polusi udara perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak bisa dilakukan secara sebagian.
“Pengendalian secara menyeluruh, tidak bisa parsial. Misal, sumber transportasi saja satu, yang lain seolah ditinggalkan. Kita harus bicara pengendalian secara holistik, sumber pencemaran semuanya harus diperhatikan,” ujar Bondan dalam video yang diunggah akun Instagram Bicara Udara.
Bondan mengungkapkan, perlu ada kebijakan nyata dari pemerintah untuk mengendalikan sumber pencemaran secara nyata dan berdasarkan data scientific yang terukur.
Menurut Bondan, ketika pemerintah tahu dampak kesehatan dari polusi udara sangat krusial, maka peraturan-peraturan terkait harus direvisi.
“Karena mengingat dampak polusi udara terhadap kesehatan sangat riskan dan sangat jelas perhitungannya, dari jumlah kematian sampai kerugian ekonomi,” ucapnya dalam keterangan pers, Rabu (25/8).
Dikatakan Bondan, di negara global sudah diperhitungkan kenaikan polusi udara akan berdampak pada risiko kematian karena Covid-19 dan sudah banyak penelitian yang mendukung.
Ia menyatakan, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan kebijakan mengenai pengendalian polusi udara.
“Harusnya itu sudah jadi pertimbangan, ketika bicara kesehatan, khususnya dampak kesehatan dari polusi udara, itu harus menjadi pertimbangan untuk melakukan perbaikan kebijakan dan menjadikan itu sebagai prioritas,” terangnya.
Lebih jauh lagi, Bondan menyebutkan, pengendalian udara sangat penting karena berkaitan dengan kesehatan dan dampak perekonomian bagi masyarakat.
Ia pun mengajak generasi saat ini untuk terus mengawal kebijakan pemerintah serta memperjuangkan udara bersih bebas polusi.
“Mengapa udara penting, karena kita bernapas setiap hari. Kita tidak bisa melindungi diri dari polusi udara menggunakan masker bahkan purifier setiap hari, apakah semua orang punya kemewahan seperti itu. Untuk mengendalikan polusi udara, sumbernya yang harus dikendalikan, bukan kitanya yang harus beradaptasi,” pungkasnya.
Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara.
Bukan hanya Bondan Andriyanu, dalam akun Instagram Bicara Udara, beberapa ahli dan pegiat lingkungan juga menyampaikan gagasannya terkait polusi udara dari berbagai aspek, mulai dari kesehatan, ekonomi serta sosial. (RO/OL-09)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
Dua aktivis di Kota Semarang, Adetya Pramandira (26) dan Fathul Munif (28) ditahan Polrestabes Semarang diduga berkaitan dengan unggahan di media sosial terkait aksi pada Agustus 2025 lalu.
Imbauan ditulis tangan disebarkan aktivis Pati yang menjenguknya dan ditujukan kepada warga Pati dan pendukungnya.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved