Kamis 19 Agustus 2021, 11:00 WIB

BMKG dan Kemenhub Sinergi Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BMKG dan Kemenhub Sinergi Tingkatkan Keselamatan Transportasi

ANTARA/Didik Suhartono
Kapal Motor Penumpang (KMP) Jokotole bersiap untuk sandar di Dermaga Penyeberangan Ujung-Kamal, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/7/2021)

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sinergi antara Kementerian Perhubungan dan BMKG sangat penting untuk menjaga keselamatan dalam transportasi. Informasi cuaca dan berbagai instrumen pendukungnya dipandang mampu menjaga keselamatan khususnya pada sektor angkutan penyeberangan.

"Ini agar 'zero victim'. Pemahaman BMKG dan para stakeholder harus ada. Dukungan info dari BMKG terkait kondisi iklim dan cuaca sangat penting perannya dalam transportasi. Ini tidak hanya dirasa moda pelayaran dan penerbangan tapi semua moda," kata Budi Karya dalam focus group discussion (FGD) daring yang diselenggarkan BMKG, Rabu (18/8) bertajuk Waspada Cuaca, Tingkatkan Keselamatan Jalur Penyeberangan.

Budi Karya juga meminta BMKG untuk memasang dan menambah peralatan observasi cuaca maritim pada pelabuhan penyebrangan terutama jalur penyebrangan yang padat (AWS dan HF Radar). Dirinya juga meminta BMKG mengintegrasikan data cuaca dengan layanan lain seperti peta pelayaran digital (electronic navigational chart).

Baca juga: Riset Perguruan Tinggi Harus Sejalan dengan Kebutuhan Industri

“Mohon kepada BMKG bisa menempatkan personil di pelabuhan-pelabuhan yang padat aktivitas. Selain mempercepat arus informasi juga dapat mensosilisasikan kepada stakeholder pelabuhan penyeberangan mengenai informasi cuaca dan iklim. Termasuk, memberikan pelatihan pada PIC pelabuhan penyebrangan dalam membaca data parameter cuaca,” sebutnya.

Menurut Budi Karya, fungsi stasiun (local port service/LPS) perlu ditingkatkan. Selain melayani untuk pengaturan kapal, juga menjadi pusat informasi cuaca maritim di pelabuhan penyeberangan.

Sementara itu, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub, Capt Hermanta menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan informasi cuaca maritim dari BMKG saat ini sudah sangat jauh lebih maju.

"Data dan informasi yang dihasilkan sangat lengkap, akurat, detail, dinamis dan mudah diakses secara digital melalui berbagai kanal komunikasi secara real time," lanjutnya.

Namun menurut Hermanta, kecepatan pengembangan teknologi informasi cuaca tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan kecepatan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan para operator dan pengguna informasi cuaca tersebut dalam membaca dan memanfaatkannya.

Oleh karena itu, kolaborasi intensif perlu dilakukan antara BMKG, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pihak pengguna informasi untuk bersama melaksanakan Program Pengembangan Kapasitas dalam Pemanfaatan Info Cuaca. Antara lain, lanjutnya, melalui, Sosialisasi, "Training of Trainers" (ToT), serta Pelatihan bagi para operator dan pengguna informasi. (H-3)

Baca Juga

Ist

Promosikan Arsitektur Berkelanjutan, Lixil Gelar Kompetisi Desain Arsitektur

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:19 WIB
Lixil memberi tantangan kepada semua arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur untuk berpartisipasi dalam menciptakan desain...
Ilustrasi

Indonesia Perlu Adakan Victim Impact Statement Demi Keadilan untuk Korban Kejahatan Seksual 

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:50 WIB
Ia menyatakan, victim impact statement menjadi bukti pelibatan korban secara langsung dalam menentukan jalannya proses hukum sampai jatuh...
Dok. KLHK

Mely, Bayi Orangutan Pertama Tahun Ini di Suaka Margasatwa Lamandau 

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:33 WIB
Ia menjadi bayi ke-100 yang lahir di SM Lamandau dan menjadi orangutan pertama yang lahir di tahun 2022. Oleh petugas di SM Lamandau ia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya