Minggu 08 Agustus 2021, 07:24 WIB

Ajang Penabur Apprentice Mengasah Wirausaha Sejak Dini

Selamat Saragih | Humaniora
Ajang Penabur Apprentice Mengasah Wirausaha Sejak Dini

dok.pribadi
Remaja dberikan pelatihan agar memiliki kemampuan, memotivasi dan meningkatkan soft skill dalam kewirausahaan untuk bekal masa depannya.

 

BERWIRASUSAHA atau Entrepreneurship dapat dilakukan oleh siapa saja. Termasuk kalangan remaja, yang duduk di jenjang SLTA dan dapat dilakukan dari rumah saja. Namun, kemampuan berwirausaha tersebut perlu diasah.

Lantaran itu, SLTAK Penabur Jakarta memberikan wadah untuk melatih remaja, agar memiliki kemampuan, memotivasi dan meningkatkan soft skill dalam kewirausahaan melalui Penabur Apprentice.

Kegiatan ini akan diikuti oleh kelas 11 dari lima sekolah yaitu SMAK 7 Penabur, SMAK Penabur Harapan Indah, SMAK Penabur Summarecon Bekasi, SMAK Penabur Kota Jababeka dan SMAK Penabur Kota Wisata.

“Ini merupakan pilot project dari BPK Penabur Jakarta dan yang pertama di level sekolah. Peserta akan dibekali dan didampingi oleh para profesional di bidang entrepreneurship dari Sales Director Indonesia, yang akan bekerja sama dengan BPK Penabur Jakarta dalam kegiatan ini. Kami berharap ke depan skalanya mencapai nasional,” ujar Ketua BPK Penabur Jakarta, Ir. Antono Yuwono, kemarin.

Acara ini, jelas Antono, merupakan satu bentuk pembelajaran abad ke-21 yang bertujuan mengasah kemampuan 4C: Critical Thinking (berpikir kritis dan analitis), Creative and Innovative (kreatif dan inovatif), Communicative (komunikatif), dan Collaborative (kolaboratif).

Anak remaja dilatih menjadi kreatif dalam berinovasi untuk mengembangkan ide bisnis, mampu berpikir kritis saat memecahkan masalah dalam menjalankan bisnis, berkomunikasi dengan jelas saat merealisasikan ide bisnis, dan dapat bekerjasama dengan baik di dalam tim menjadi penting sebagai entrepreneur.

"Penguasaan teknologi dan kemampuan 4C saat ini menjadi penting dan hal ini harus dipahami anak remaja dan orangtua, bahwa di masa depan pekerjaan akan berkaitan erat dengan information technology (IT). Logika berpikir anak diperlukan, diiringi dengan kemampuan soft skills yang tidak dapat diduplikasi oleh mesin, dan salah satunya adalah kemampuan entrepreneurship," jelas Antono.

Pembukaan pendaftaran berlangsung pada 9 Agustus 2021 dan ditutup pada 13 Agustus 2021. Setelah pendaftaran akan ada tahapan seleksi administrasi, seleksi profil video perkenalan & komitmen tim, dan seleksi final yang diumumkan pada 24 Agustus 2021.

Setelah mendapatkan pembekalan dan pelatihan mengenai entrepreneurship, peserta akan merealisasikan pengetahuan yang di dapat dengan membuat final project dan dikumpulkan pada 23 Oktober 2021. Peserta wajib mempresentasikan karya mereka pada 24 Oktober 2021 dan akan ada hadiah menarik bagi para pemenang yang diumumkan di 25 Oktober 2021, yakni berupa uang tunai, plakat, serta portofolio yang dapat menjadi bekal untuk bekerja secara profesional di masa mendatang.

Para peserta yang lolos akan dibekali pengetahuan mengenai tahapan berbisnis pada sesi workshop dan mentoring, yakni Business Plan, Riset & Analisis Data, Strategi Promosi, Social Media Marketing, dan Presentasi, serta melakukan praktek lewat project di setiap tahapan, dimana semuanya berlangsung daring.

Workshop dan mentoring berlangsung selama lima minggu dan dilakukan secara bertahap dari 30 Agustus 2021 hingga 22 Oktober 2021. Di dalam sesi ini, SLTAK PENABUR Jakarta bekerjasama dengan pebisnis profesional yang tergabung dalam Sales Director Indonesia (SDI), yaitu Transvision, Matrix NAP, Maxi Solusi, NCS, dan RB Consulting.

“Membangun sebuah bisnis tidak bisa asal-asalan, perlu perencanaan dan pengetahuan yang matang. Kelima tahapan tersebut harus dikuasai, Social Media Marketing misalnya perlu dipahami anak remaja karena saat ini bisnis berjalan online, juga kemampuan presentasi agar mereka dapat menyampaikan ide bisnis dengan baik," ujar founder SDI Dedy Budiman.

Selain itu, di dalam membentuk sebuah bisnis juga diperlukan kemauan, “Tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi anak juga harus mau untuk memulainya, dan orangtua harus mendukung apa yang dilakukan anak,” tambah Reni Siregar, selaku President Director NCS dan Ketua Umum SDI, mewakili tim yang akan memberikan pelatihan kepada peserta.(OL-13)

Baca Juga

MI/ Susanto

Eijkman: Varian Baru Dikhawatirkan Pengaruhi Efektivitas Vaksin

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
vaksin Merah-Putih yang dikembangkan Eijkman memasuki tahap uji pra-klinis di...
Dok.TNE

TNE Jembatani Pendidikan Indonesia dan Inggris

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
Indonesia adalah salah satu negara prioritas yang mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris untuk mengembangkan kerja sama...
AFP

Strategi Badan POM Percepat Kemandirian Vaksin Merah Putih

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:45 WIB
Kemandirian dalam produksi vaksinasi dan obat yang harus dibangun salah satunya melalui penelitian dan menjadikannya sebagai satu sentral...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya