Rabu 04 Agustus 2021, 11:15 WIB

Tanggulangi Covid-19, Ini Rekomendasi 56 Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair

Zubaedah Hanum | Humaniora
Tanggulangi Covid-19, Ini Rekomendasi 56 Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair

MI
Ilustrasi

 

FAKULTAS Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) menyosialisasikan rekomendasi 56 guru besar terkait percepatan penanganan Covid-19. Hal itu disampaikan bersamaan dengan deklarasi “Gerakan Aksi Bersama Bersama Serentak (Gebrak) Tanggulangi Covid-19” pada Jumat, 30 Juli 2021 lalu.

Dr dr Hendy Hendarto, SpOG (K) selaku ketua tim perumus Gebrak Tanggulangi Covid-19 memaparkan rumusan rekomendasi 56 guru besar FK Unair baik bertugas maupun yang tidak aktif lagi. Ia menjelaskan, masalah pandemi Covid-19 ini sangatlah kompleks. Sehingga, perlu adanya penyelesaian masalah dari semua lini.

“Program ini akan berfokus pada pemecahan masalah di komunitas dan intrahospital. Rekomendasi pemecahan masalah di hulu merupakan prioritas, yang kemudian dilanjutkan penanganan di hilir. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemic Covid-19,” ujarnya seperti dilansir dari laman Unair.

Dokter Hendy menjelaskan, rekomendasi tersebut terbagi menjadi dua yaitu, umum dan khusus, yaitu :

Rekomendasi Umum
1. Menyamakan persepsi seluruh komponen bangsa
2. Perlu adanya partisipasi seluruh komponen bangsa
3. Kegiatan harus bersinergi dengan Satgas Covid-19
4. Penguatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan mengikut sertakan akademisi dalam menjaga validitas data.

Rekomendasi Khusus
Hulu
1. Penguatan pendampingan isolasi mandiri oleh tenaga dengan mengoptimalkan telemedicine sesuai panduan satgas Covid-19
2. Penguatan satgas Covid-19 tingkat lokal RT/RW melibatkan tokoh-tokoh terkait dan perguruan tinggi untuk mengedukasi dan sosialisasi prokes 6M 3T secara terus menerus
3. Membuka hotline untuk masyarakat yang membutuhkan.

Hilir
1. Mengatasi kekurangan sarana dan SDM di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes)
2. Mengatasi lonjakan pasien di fasyankes.

Sebagai solusi, dokter Hendy mengatakan, perguruan tinggi dalam hal ini FK Unair akan mendayagunakan dokter umum, dokter internship, dokter lulus UKMPD dan tenaga paramedis lain untuk menjadi relawan Covid-19.  

Perguruan tinggi juga dihimbau untuk membuat daftar donor plasma konvalesen di masyarakat, serta memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) terutama N-95.

“Rumah sakit dapat menguatkan ICU termasuk pengadaan ECMO dan ventilator, menambah sarana tempat tidur dan dukungan alat kesehatan yang memadai. Selain itu, setiap kabupaten/kota perlu dilengkapi dengan peralatan laboratorium PCR. Jika memungkinkan, pada provinsi ditambah pendeteksi varian baru,” paparnya. (H-2)

 

Baca Juga

MI/Ramdani.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Diharapkan Temukan Variabel Aman untuk PTM

👤Sofia 🕔Senin 27 September 2021, 05:07 WIB
Belajar secara online dan tatap muka tentu saja berbeda apa lagi anak- anak yang pada tahun 2020 kemarin melakukannya secara mendadak...
Dok. Pribadi

HUT Ke-61, Karang Taruna Tegaskan Komitmen Ikut Urai Persoalan Sosial di Masyarakat 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 26 September 2021, 22:06 WIB
Menurutnya, momentum HUT ke 61 Karang Taruna harus mengukuhkan posisi sebagai garda terdepan perekat sosial, penyambung solidaritas, serta...
ANTARA/FENY SELLY

Integrasi Data Diperlukan Atasi Persoalan Program JKN

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 September 2021, 20:55 WIB
 Kementerian Kesehatan juga diminta menambah kuota peserta...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya