Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH siap menggenjot produksi tiga jenis obat covid-19 yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat. Rinciannya, Azithromycin, Oseltamivir dan Favipiravir.
Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dia menilai kebutuhan tiga jenis obat tersebut mengalami lonjakan luar biasa hingga 12 kali lipat sejak awal Juni.
"Kami menyadari ini dan sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Gabungan Pengusaha Farmasi. Sudah mempersiapkan dengan mengimpor bahan baku obat, memperbesar kapasitas produksi, serta mempersiapkan distribusinya," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7).
Baca juga: Menteri BUMN Jamin Stok Obat Perawatan Covid-19 Aman
Menurut Budi, dibutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri bisa memenuhi tingginya permintaan. Namun, pihaknya berharap pada awal Agustus, tiga jenis obat covid-19 tersebut sudah lebih meluas di pasaran.
Untuk Azithromycin misalnya, saat ini terdapat 11,4 juta stok di nasional dan 20 pabrik lokal memproduksi obat tersebut. "Sebenarnya kapasitas produksi mencukupi. Memang ada sedikit hambatan didistribusi yang kita sudah bicarakan," pungkas Budi.
"Setiap hari kita berkonsultasi dengan teman-teman di Gabungan Pengusaha Farmasi, untuk memastikan agar obat Azithromycin ini bisa masuk ke apotek-apotek," imbuhnya.
Khusus untuk Favipiravir, lanjut dia, stoknya sekitar 6 juta tablet di seluruh Indonesia. Beberapa produsen dalam negeri segera meningkatkan produksi obat ini, termasuk PT Kimia Farma.
Baca juga: FLCC Bilang Ivermectin Dapat Digunakan untuk Pasien Covid-19
Rencananya, PT Dexa Medica juga siap mengimpor 15 juta dosis obat pada Agustus. Pemerintah pun akan mengimpor 9,2 juta dosis dari beberapa negara. Lalu, rencananya mulai agustus terdapat produksi 1 juta Favipiravir setiap hari.
"Favipiravir ini akan mengganti oseltamivir sebagai obat antivirus. Dokter mengkaji dampaknya terhadap mutasi varian Delta. Mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan Favipiravir," papar Budi.
Diharapkan, pada Agustus, kapasitas produksi dalam negeri berkisar 2-4 juta tablet per hari, sehingga bisa memenuhi kebutuhan. "Sedangkan, Oseltamivir masih ada stok sampai Agustus sekitar 12 juta. Tapi, pelan-pelan secara bertahap diganti oleh Favipiravir. Kita akan pertahankan stok ini," tandasnya.(OL-11)
Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved