Senin 26 Juli 2021, 06:15 WIB

FLCC Bilang Ivermectin Dapat Digunakan untuk Pasien Covid-19

Indriyani Astuti | Humaniora
FLCC Bilang Ivermectin Dapat Digunakan untuk Pasien Covid-19

AFP/Luis Robayo.
Ivermectin.

 

PRESIDENT Chief Medical Officer at Front Line Covid-19 Critical Care (FLCCC) Alliance Pierre Kory mengatakan bahwa ivermectin dapat digunakan sebagai pengobatan pada tahap awal maupun tahap akhir bagi pasien covid-19 yang tengah menjalani perawatan serta pasien dengan gejala jangka panjang setelah pulih dari infeksi virus korona. Ivermectin merupakan obat antiparasit yang telah digunakan selama kurang lebih 40 tahun.

Kory merujuk pada sejumlah penelitian di antaranya hasil studi meta-analisis terhadap 24 uji klinis acak dari penggunaan obat ivermectin untuk covid-19 yang ditulis oleh Andrew Hill. Jurnal tersebut, yang dipublikasikan Oxford University Press pada 6 Juli 2021, menunjukkan hasil menjanjikan pada tahap awal, untuk jumlah sampel yang lebih kecil. Salah satunya, efektivitas ivermectin diyakini 56% mencegah kematian berdasarkan pada total 128 kasus meninggal dalam 11 uji klinis yang berbeda. Meski demikian, studi ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena masih memiliki skala yang kecil. 

Kory mendorong adanya studi lebih luas. "Ada kaitan antara jumlah dosis yang diberikan dengan perbandingan durasi uji klinis," ujarnya dalam diskusi bertajuk World Ivermectin Day, Minggu (25/7). Kory mengklaim bahwa penggunaan ivermectin aman terhadap para pasiennya meskipun diberikan dalam dosis tiga kali lebih besar dari standar penggunaan obat antiparasit. Ia menggunakan 0,6 mg ivermectin per kilogram berat badan pasien.

Menurutnya, penggunaan ivermectin dengan dosis lebih besar seperti itu juga dilakukan pada uji klinis di Argentina. "Penggunaan dosis rendah juga efektif. Dari penelitian-penelitian sebelumnya, penggunaan ivermectin terhadap penyakit lain membuktikan penggunaan dengan dosis rendah, tidak menimbulkan efek samping," klaim Kory.

Untuk pasien dengan gejala jangka panjang yang telah pulih dari covid-19, ivermectin, menurut Kory, bisa digunakan. Tetapi ia mengingatkan penggunaan obat tersebut setidaknya sebanyak 2-3 kali setiap minggu dalam waktu beberapa bulan. "Jika dosisnya dikurangi dan stop, gejalanya dapat muncul kembali," ucapnya.

Di Indonesia, ivermectin digunakan untuk pasien dengan gejala sedang hingga berat. Kory menuturkan ia tidak yakin
efektivitas ivermectin untuk pasien bergejala mulai ringan hingga berat, tapi pengunaan obat ini dimungkinan sebagai antiviral untuk mencegah peradangan dan dapat diberikan dalam dosis lebih tinggi dengan durasi lebih lama baik sebagai pengobatan awal maupun akhir.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Putu Moda Arsana mengatakan dalam menerapkan bukti ilmiah meski sudah terpublikasi, pada praktik tidak mudah. Sebab, begitu banyak informasi baru yang ada saat ini dan publik dengan mudah menyebarkan informasi tersebut.

Ia mengingatkan bahwa hasil penelitian ilmiah sering kali bias dan hanya hasil baik yang dipublikasikan sehingga kelihatannya bagus. "Itu salah satu yang harus dicermati oleh dokter. Bagaimana menerapkan bukti-bukti tersebut bagi pasien, dokter harus melakukan suatu telaah kritis," paparnya.

Baca juga: Dituduh Punya Kepentingan dari Ivermectin, Moeldoko akan Laporkan ICW

Disampaikannya, dalam menyikapi bukti dari hasil penelitian, dokter dapat melihat apakah itu valid melalui metode yang digunakan. Selain itu, melihat apakah bukti tersebut penting bagi pasiennya. Sebab sering kali meskipun bukti valid, tapi tidak penting ketika diterapkan pada pasien. "Terakhir apakah bisa diterapkan pada pasien," tukasnya. (OL-14)

Baca Juga

Youtube/MediaIndonesia

Dampak Pandemi bagi Penyair Joko Pinurbo dan Inggit Putria Marga

👤Kevino Dwi Velrahga 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 00:14 WIB
Ketika pandemi Covid-19  hadir dan merubah segala aktivitas manusia, puisi turut mengalami perkembangan serta dapat pula menjadi...
PKN

Pekan Kebudayaan Nasional 2021 Dibuka

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 25 Oktober 2021, 23:45 WIB
Pelaksanaan PKN 2021 akan dimulai pada 19-26 November 2021 secara daring di website...
MI

KPAI Diminta Umumkan Data-Data Anak yang Bocor ke Publik

👤Atalya Puspa 🕔Senin 25 Oktober 2021, 23:35 WIB
KEBOCORAN data anak di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak cukup hanya dengan melaporkan ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya