Kamis 22 Juli 2021, 16:14 WIB

Luhut: Belanja Pendidikan Harus Utamakan Produk Dalam Negeri

Faustinus Nua | Humaniora
Luhut: Belanja Pendidikan Harus Utamakan Produk Dalam Negeri

Antara
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi.

 

MENKO Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa belanja pemerintah di bidang pendidikan harus mengutamakan produk dalam negeri. 

Dia pun mengecam sejumlah pihak yang masih bermain-main dengan melakukan impor produk luar negeri. "Kita tidak boleh mengimpor-impor, agar kita bisa memproduksi sendiri. Jadi harus basmi orang-orang yang masih bermain di sini," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7).

Lebih lanjut, dia menyoroti rendahnya kebutuhan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sektor pendidikan. Dalam hal ini, dibandingkan produk impor. Akan tetapi, melalui pengadaan barang, pemerintah siap mengutamakan produk dalam negeri.

Baca juga: Pemerintah Perbanyak Testing dan Tracing di Wilayah Padat Penduduk

Apalagi untuk anggaran belanja TIK di sektor pendidikan mencapai Rp17 triliun hingga 2024. "Selama 4 tahun ke depan, kita akan belanjakan begitu banyak. Kita mau ini sebanyak mungkin, secara bertahap nanti kita buat di dalam negeri," imbuh Luhut.

Pada 2021, total anggaran kebutuhan Kemendikbudristek dan pemda untuk pengadaan laptop sebanyak 431.730 unit mencapai Rp3,7 triliun. Itu terdiri dari 189.165 unit atau Rp1,3 triliun melalui APBN 2021, lalu 242.565 unit atau Rp2,4 triliun melalui DAK Fisik Pendidikan.

Baca juga: Mensos Harap PKH Mampu Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Saat ini, telah dilakukan pendandatanganan kontrak atas penggunaan produk dalam negeri senilai Rp1,1 triliun. Lalu, terdapat 6 produsen laptop dalam negeri dengan nilai TKDN >25% dan telah memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikburistek dan pemda pada 2021.

"Kesiapan produksi laptop dalam negeri adalah 351.000 unit pada September 2021 dan total sebanyak 718.100 unit pada November 2021," jelasnya.

Luhut menambahkan bahwa pemerintah terus mendukung produk dalam negeri agar bisa berkembang dan bersaing. Sehingga, dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.(OL-11)

Baca Juga

ist

Modul Healthy Aging Diluncurkan, Dokter Umum Perlu Memahami

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 28 Juli 2021, 15:00 WIB
Berdasarkan hasil Healthy Aging Study yang dilakukan pada 2020, ditemukan bahwa pemahaman dan pengetahuan dokter umum terhadap konsep...
Medcom.id

Indonesia Kecolongan Kemasukan Limbah B3 Impor

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 28 Juli 2021, 14:48 WIB
pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai sudah melarang kegiatan impor limbah B3 terutama yang terkait dengan peralatan...
Ist/KLHK

Pemerintah Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Tangani Limbah Medis

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 28 Juli 2021, 14:39 WIB
KLHK akan mengintensifkan penanganan limbah medis beracun di Tanah Air. Setidaknya, dana sebesar Rp1,8 triliun sudah bisa disiapkan untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya