Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem terus berupaya membantu pemerintah mempercepat herd immunity. Untuk itu, Partai NasDem meluncurkan program vaksinasi keliling (mobile vaccination) dengan mendatangi permukiman-permukiman warga.
Vaksinasi keliling ini merupakan bagian dari program Sentra Vaksinasi NasDem Peduli yang sedang berlangsung di lima wikayah DKI Jakarta sejak 5 Juli hingga 29 Agustus mendatang.
"Ini merupakan aksi jemput bola oleh Partai NasDem untuk membantu pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 terhadap masyarakat. Kita sudah mulai hari ini di dua titik. Satu di Jakarta Selatan dan satu lagi di Jakarta Barat," ungkap Sekretaris DPW Partai NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7).
Wibi mengatakan vaksinasi keliling Partai NasDem ini menargetkan sebanyak 250 orang per hari per titik. Pelaksanaannya berlangsung selama dua pekan untuk penyuntikan dosis pertama dan dua pekan lagi untuk dosis kedua.
"Kita akan berkeliling mendatangi permukiman-permukiman warga," jelas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta itu.
Saat ini, sambung Wibi, vaksinasi keliling NasDem beroperasi di dua titik. Pertama di Lapangan Ahmad Yani, Jl Praja No. 28, RT004/RW001, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kedua, di SDN Jelambar 01 Pagi, Jl. Empang Bahagia Raya No. 25C, RT 005/RW006, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
"Untuk waktunya, dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sedangkan tanggal pelaksanaannya dimulai hari ini 19 Juli hingga 2 Agustus untuk penyuntikan dosis pertama, dan 16 Agustus sampai 30 Agustus untuk dosis kedua," papar Wibi.
Dengan vaksinasi ini, terang Wibi, NasDem ingin masyarakat terlindungi dan juga terpenuhi haknya. "Mobil vaksinasi diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin divaksin atau mendapatkan vaksinasi. Sifatnya terbuka untuk umum, anak-anak usia 12-17 tahun, orang dewasa dan juga lansia," imbuh Wibi
Dia menambahkan, Partai NasDem mengambil langkah cepat dengan mengadakan mobil vaksinasi, setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin.
Hal itu didasarkan pada data yang masuk dari Sentra Vaksinasi NasDem Peduli yang ada di lima wilayah DKI, yang pesertanya mencapai ribuan orang dalam sehari. "Maka dari itu, agar dapat memenuhi keinginan dan hak masyarakat NasDem membuat mobil vaksinasi atau vaksinasi keliling ini," urai Wibi.
Peran serta Partai NasDem dalam upaya mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat mendapat apresiasi dari Wakil Camat Kebayoran Lama, R Sidik Rawanta. Dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada NasDem.
"Terima kasih yang tak terhingga buat Partai NasDem dan juga Pak Wibi khususnya, atas perhatian kepada masyarakat, terutama warga di Kebayoran Lama," kata Sidik. (OL-13)
Baca Juga: Mau Libur Idul Adha Naik Kereta Api Jarak Jauh, Ini Syaratnya
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved