Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga di sejumlah daerah untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Mengingat, cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometerologi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan. Hal itu dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah bagian tengah dan timur.
Lalu, kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Selain itu, terbentuknya belokan, berikut pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), dapat mengakibatkan kenaikan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.
Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Samudra Hindia Selatan Banten
"Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di beberapa wilayah," ujar Guswanto dalam keterangan resmi, Sabtu (17/7).
Cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua pada 18 Juli 2021. Lalu, pada 19-21 Juli 2021, akan melanda Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Baca juga: Banjir Landa Kapuas Hulu, 14.889 Jiwa Terdampak
Berikutnya, pada 22-23 Juli 2021, cuaca ekstrem akan melanda wilayah Maluku, Papua Barat, dan Papua. BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan, termasuk hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, yang disertai petir dan angin kencang.
Apalagi, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung. Peringatan BMKG juga dikhususkan bagi warga yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.(OL-11)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, periode Senin, 6 April 2026.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih kering dan panjang dibanding normalnya. Ada potensi El Nino muncul di semester kedua. Simak wilayah terdampak dan imbauannya.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia. Waspadai potensi banjir dan longsor.
BMKG mencatat 310 titik panas di Riau, didominasi Bengkalis. Sejumlah titik sudah jadi api dengan asap tebal, pemadaman darat dan water bombing terus dilakukan.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 4 April 2026 yakni potensi cuaca ekstrem seperrti hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi di 14 daerah di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini.
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved