Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga di sejumlah daerah untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan. Mengingat, cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometerologi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan. Hal itu dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah bagian tengah dan timur.
Lalu, kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Selain itu, terbentuknya belokan, berikut pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi), dapat mengakibatkan kenaikan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.
Baca juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Samudra Hindia Selatan Banten
"Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di beberapa wilayah," ujar Guswanto dalam keterangan resmi, Sabtu (17/7).
Cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua pada 18 Juli 2021. Lalu, pada 19-21 Juli 2021, akan melanda Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Baca juga: Banjir Landa Kapuas Hulu, 14.889 Jiwa Terdampak
Berikutnya, pada 22-23 Juli 2021, cuaca ekstrem akan melanda wilayah Maluku, Papua Barat, dan Papua. BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan, termasuk hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, yang disertai petir dan angin kencang.
Apalagi, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung. Peringatan BMKG juga dikhususkan bagi warga yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.(OL-11)
BMKG rilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini 22 Januari 2026. Waspada potensi hujan sedang hingga petir di Jaksel dan Jaktim. Simak detail lengkapnya.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Status tersebut menjadi langkah krusial guna menekan risiko banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang bisa saja terjadi saat intensitas hujan meningkat seperti saat ini.
Pemkot Pekanbaru resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tahun 2025, terhitung mulai 3 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.
SETIDAKNYA 31 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau.
Kecamatan Ile Ape merupakan salah satu kawasan ring satu atau kawasan terdekat dari Gunung Api Ile Ape (Lewotolok).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan status siaga bencana setelah Kabupaten Kolaka Timur dan Kota Kendari lebih dulu mengumumkan status siaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved