Rabu 14 Juli 2021, 23:52 WIB

BPOM Terbitkan Izin Darurat Obat Ivermectin hingga Favipiravir

Insi Nantika Jelita | Humaniora
BPOM Terbitkan Izin Darurat Obat Ivermectin hingga Favipiravir

AFP/Luis Robayo
Ivermectin

 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EAU) terhadap delapan jenis obat pendukung penanganan terapi covid-19, seperti Ivermectin, Remdesivir hingga Favipiravir.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor : PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization). Surat ini ditandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM Mayagustina Andarini pada (13/7).

"Telah ditetapkan keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.02.02.1.2.07.21.281 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.02.02.1.2.11.20.1126 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persetujuan Penggunaan Darurat sebagai acuan bagi pelaku usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengelola obat yang diberikan EUA," ungkap Mayagustina dalam SE tersebut, Rabu (14/7).

Pelaku usaha dan fasilitas pelayanan diminta BPOM menyalurkan delapan jenis obat pendukung terapi covid-19 yang diberikan EUA untuk mengatur keharusan adanya kontrak antara pemilik EUA dengan apotek dan kewajiban pelaporan bagi fasilitas distribusi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca juga : Ini Alasan BPOM Nyatakan Keamanan AMDK

"Mengingat saat ini terdapat kelangkaan Obat mendukung penanganan terapi covid-19 di peredaran, maka perlu adanya mekanisme monitorketersediaan Obat mendukung penanganan terapi covid-19 di peredaran," kata Mayagustina.

Adapun obat mendukung penanganan terapi covid-19 yang mendapat EUA dari BPOM adalah Remdesivir, Favirapir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azthromycin, dan Dexametason

BPOM juga memerintahkan apotek dalam menyerahkan obat yang diberikan EUA harus berdasarkan resep dokter. Lalu, apotek juga harus bersedia mendukung pemantauan pelaksanaan farmakofivigilans yang dilaksanakan pemilik EUA. 

"Pendistribusian obat yang diberikan EUA kepada apotek dalam jumlah terbatas untuk menghindari penumpukan persediaan di apotek," tandas Mayagustina. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/RAISAN AL FARISI

Peran Pers Membangun Infrastruktur Pendidikan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 23 September 2021, 12:20 WIB
Media pers dibutuhkan sebagai infrastruktur penyebaran informasi dari berbagai arah dalam dunia pendidikan, memberi penerangan, dorongan...
Ant/M Risyal Hidayat

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tinggal 405

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 23 September 2021, 11:55 WIB
RUMAH Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kini tinggal merawat 405 pasien covid-19, Kamis...
MI/Dok SETWAPRES

Wapres Tegaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem jadi Prioritas

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 23 September 2021, 11:50 WIB
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan hingga kuartal pertama 2021...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya